Logo Bloomberg Technoz

BI: Prospek Ekonomi Global Memburuk, Aliran Modal Emerging Lari

Mis Fransiska Dewi
20 May 2026 14:23

Gubernur BI, Perry Warjiyo saat pertemuan tahunan Bank Indonesia 2025 di Jakarta, Jumar (28/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Gubernur BI, Perry Warjiyo saat pertemuan tahunan Bank Indonesia 2025 di Jakarta, Jumar (28/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai situasi global yang bergejolak akibat perang Timur Tengah memperburuk prospek ekonomi global tahun ini. Hal ini mendorong pelarian modal dari negara berkembang atau emerging market ke negara maju dan safe haven.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan kondisi geopolitik yang bergejolak menyebabkan harga minyak dunia melonjak, diiringi kenaikan harga komoditas dunia lain.

"Prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diperkirakan akan lebih rendah menjadi 3%. Sementara itu, inflasi global meningkat 4,3%," ujar Perry dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (20/5/2026).


Dengan kondisi tersebut, menurut Perry, respons kebijakan moneter global juga menjadi lebih ketat, bahkan sebagian besar bank sentral di seluruh dunia mulai menaikkan suku bunga acuan. Suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (FFR) juga diperkirakan tidak akan turun sampai 2026, bahkan akan naik pada 2027, dipicu oleh inflasi yang naik.

Imbal hasil obligasi negara AS atau yield US Treasury tercatat 4,66% untuk tenor acuan 10 tahun, dan 4,11% untuk tenor 2 tahun per 19 Mei 2026. Angka ini bahkan diperkirakan naik lebih tingi, didorong defisit fiskal yang membesar.