Logo Bloomberg Technoz

BI Geser Kebijakan Jadi Pro Stability, Singgung Kenaikan BI Rate

Mis Fransiska Dewi
19 May 2026 09:00

Gubernur Bi, Perry Warjiyo saat konfrensi pers RDG bulan Maret 2025. (Youtube Bank Indonesia)
Gubernur Bi, Perry Warjiyo saat konfrensi pers RDG bulan Maret 2025. (Youtube Bank Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pergeseran arah kebijakan moneter pada 2026 dengan lebih memprioritaskan stabilitas ekonomi ketimbang mendorong pertumbuhan. Langkah itu sekaligus membuka ruang bagi kenaikan suku bunga demi menjaga nilai tukar rupiah dan menahan arus keluar modal asing. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan tekanan global yang meningkat membuat kebijakan moneter tidak lagi bisa sepenuhnya diarahkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi seperti tahun lalu.

“Kalau di 2025 monetary policy pada waktu prosperity and growth. Tapi dengan global seperti ini, monetary policy-nya tidak bisa lagi pro growth. Harus kembali kepada stability,” kata Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (18/5/2026). 


Perry menjelaskan pada tahun lalu BI masih memiliki ruang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pelonggaran kebijakan moneter. Bahkan, BI telah lima kali menurunkan suku bunga lantaran kondisi global saat itu belum memicu tekanan besar terhadap arus modal keluar. 

“Kenapa tahun lalu kami turunkan suku bunga lima kali? Karena waktu itu tidak terjadi outflow,” ujarnya.