Ekonomi Thailand Q1-2026 Tumbuh, Terancam Melambat Akibat Perang
News
18 May 2026 15:40

Suttinee Yuvejwattana dan Anuchit Nguyen - Bloomberg News
Bloomberg, Pertumbuhan ekonomi Thailand secara tak terduga mengalami percepatan pada kuartal pertama tahun 2026, meski pemerintah memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah akan memicu inflasi dan berdampak negatif terhadap sektor pariwisata.
Berdasarkan laporan Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional (NESDC) pada hari Senin (18/5), Produk Domestik Bruto (PDB) Thailand pada periode Januari–Maret tumbuh 2,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini melampaui estimasi rata-rata sebesar 2,4% dalam survei Bloomberg News, serta berada di atas angka ekspansi kuartal keempat tahun lalu yang sebesar 2,5%.
NESDC dalam pernyataannya menyebut capaian yang lebih baik dari perkiraan itu didorong oleh peningkatan belanja pemerintah, investasi swasta, dan ekspor, sementara konsumsi rumah tangga tetap stabil. Namun lembaga tersebut juga memperingatkan bahwa perang AS melawan Iran akan meningkatkan beban biaya bagi Thailand yang mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya dari Timur Tengah.
“Konflik di Timur Tengah akan menjadi risiko utama tahun ini yang membebani ekonomi global dan Thailand,” kata Kepala NESDC Danucha Pichayanan dalam konferensi pers di Bangkok.






























