Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup Rp17.656/US$, Terlemah Sepanjang Sejarah

Tim Riset Bloomberg Technoz
18 May 2026 15:33

Karyawan memberikan uang rupiah kepada nasabah di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memberikan uang rupiah kepada nasabah di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 1,08% ke posisi Rp17.656/US$ di perdagangan spot hari ini, Senin (18/5/2026). Rupiah mencatat rekor penutupan terlemah sepanjang sejarah. 

Pelemahan rupiah kali ini sepertinya bukan sekadar respons jangka pendek terhadap gejolak global. Lebih dari itu, tekanan terhadap rupiah terjadi lantaran adanya peningkatan persepsi risiko terhadap aset Indonesia secara keseluruhan. 

Rupiah ditutup pada level terendah sepanjang sejarah Rp17.656/US$, Senin (18/5/2026). (Bloomberg)

Harga minyak yang masih melambung dan sempat menyentuh US$111 per barel pada perdagangan hari ini memang masih jadi pemicu utama. Jalur distribusi energi global terganggu membuat pasar khawatir terhadap lonjakan inflasi energi dunia.


Kondisi ini praktis jadi sentimen negatif bagi negara-negara emerging markets pengimpor minyak seperti Indonesia. Di Asia, tekanan eksternal dari harga minyak telah membayangi pergerakan mata uang kawasan sejak awal Maret lalu hingga hari ini. 

Pergerakan mata uang kawasan Asia, Senin sore (18/5/2026). (Bloomberg)

Namun, tak semua mata uang kawasan melemah. Yuan China dan offshore serta baht Thailand mampu membalikkan keadaan meski penguatannya terbatas.