Negosiasi Hormuz Macet di Tengah Menipisnya Pasokan Minyak
News
17 May 2026 07:00

Skylar Woodhouse, Jeff Mason dan Arsalan Shahla - Bloomberg News
Bloomberg, Pemerintah Iran menyatakan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz yang sangat krusial akan kembali dibuka setelah konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel berakhir. Namun, hingga kini kedua belah pihak belum menunjukkan tanda-tanda akan meredakan ketegangan atau menemukan jalan keluar untuk mencapai kesepakatan tersebut.
Presiden AS Donald Trump baru saja kembali dari pertemuan tingkat tinggi selama dua hari bersama sekutu dekat Iran, Presiden China Xi Jinping. Meski kedua pemimpin sepakat bahwa Selat Hormuz harus segera dibuka, pertemuan tersebut tampaknya tidak menghasilkan kemajuan nyata untuk mencapai tujuan itu.
Di sisi lain, Iran menunjukkan keengganan untuk melonggarkan cengkeramannya di jalur air vital tersebut. Teheran menegaskan tetap ingin mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, bahkan setelah perang berakhir. Ancaman Iran terhadap kapal-kapal di Teluk Persia telah membuat ekspor dari wilayah kaya minyak itu hampir lumpuh total. Kondisi ini memicu lonjakan harga energi global sekaligus memberi Teheran posisi tawar yang kuat dalam negosiasi dengan AS.
"Tentu saja, setelah situasi ketidakamanan saat ini berhasil diatasi, kondisi navigasi di Selat Hormuz akan kembali normal," ujar Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebagaimana dikutip oleh kantor berita semi-resmi Mehr.






















