Logo Bloomberg Technoz

Konflik tersebut diperkirakan akan mendorong kenaikan biaya hidup dan inflasi, sekaligus menekan ekspor dan sektor pariwisata. Dewan itu memangkas proyeksi jumlah wisatawan asing menjadi 32 juta orang dari sebelumnya 35 juta, yang berarti Thailand diperkirakan mengalami penurunan jumlah turis untuk tahun kedua berturut-turut.

Baht melemah 0,2% terhadap dolar AS, sementara pasar saham Thailand bergerak relatif datar.

Kinerja ekonomi Thailand yang lebih kuat pada kuartal pertama menjadi kabar positif bagi Perdana Menteri Anutin Charnvirakul, yang kembali terpilih pada Februari dengan janji memulihkan ekonomi melalui tambahan utang dan investasi baru. Pemerintah pada Senin juga memaparkan rencana pemangkasan birokrasi secara besar-besaran guna menarik lebih banyak investor asing.

Pertumbuhan tersebut membuat ekonomi Thailand — yang selama ini kerap tertinggal di kawasan — mampu menyamai laju pertumbuhan Filipina pada kuartal pertama. Namun Thailand masih berada di bawah negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia.

NESDC mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Thailand tahun 2026 di kisaran 1,5%-2,5%. Danucha mengatakan proyeksi tersebut telah memperhitungkan dampak perang, serta tambahan pinjaman sebesar 400 miliar baht (US$12 miliar). Ia menambahkan bahwa peningkatan investasi swasta dan belanja pemerintah akan menjadi motor utama ekonomi tahun ini, sementara ledakan teknologi global diperkirakan mendukung sektor ekspor.

“Thailand belum pernah melihat pertumbuhan investasi sektor swasta seperti ini dalam bertahun-tahun,” kata ahli strategi investasi Krungsri Securities Co, Koraphat Vorachet. Ia mencatat bahwa Board of Investment telah menyetujui sejumlah proyek besar “yang kami perkirakan akan terus menopang ekonomi Thailand ke depan.”

Meski demikian, inflasi utama diperkirakan berada di kisaran 2%-3% tahun ini, meningkat signifikan dibanding proyeksi sebelumnya di kisaran -0,3% hingga 0,7%.

Dewan tersebut juga memangkas proyeksi pendapatan dari wisatawan asing menjadi 1,49 triliun baht dari sebelumnya 1,65 triliun baht, meski angka itu masih lebih tinggi dibandingkan 2025 berkat peningkatan pengeluaran per wisatawan. Penurunan jumlah wisatawan menjadi kabar buruk bagi Thailand yang telah mengalami tahun pariwisata yang mengecewakan pada 2025 akibat dampak gempa bumi, ketidakstabilan politik, dan kekhawatiran terkait keamanan wisatawan.

Secara kuartalan, ekonomi Thailand tumbuh 0,7% dibandingkan tiga bulan sebelumnya, lebih tinggi dari estimasi survei sebesar 0,3%. Tingkat pengangguran tercatat 0,91%.

Koraphat memperkirakan pertumbuhan ekonomi kemungkinan melambat pada kuartal kedua akibat dampak kenaikan harga minyak yang dipicu ketegangan di Timur Tengah.

“Kami memperkirakan konflik akan perlahan mereda dalam kuartal ini, sehingga harga minyak dapat turun secara bertahap dan menjadi faktor positif bagi ekonomi Thailand pada periode berikutnya,” ujarnya.

(bbn)

No more pages