Logo Bloomberg Technoz

Para kritikus mengatakan bahwa pelonggaran sanksi telah memperkaya Moskwa — meskipun terbatas pada minyak yang diangkut melalui jalur laut — terutama karena harga minyak mentah melonjak.

Namun, beberapa negara, termasuk India dan Indonesia, telah melobi pemerintahan Trump untuk memperpanjang pengecualian sanksi, karena perang Iran dan hampir tertutupnya Selat Hormuz mengurangi pasokan jutaan barel minyak mentah setiap hari ke pasar global.

Future minyak Brent dan WTI./dok. Bloomberg

Pemerintahan Trump juga telah mengubah pendiriannya terkait dengan masalah ini, dengan menanggapi permohonan dari negara-negara yang sangat bergantung pada impor minyak mentah.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada April awalnya mengatakan AS tidak akan memperbarui pengecualian sanksi yang memungkinkan pembelian beberapa minyak mentah Rusia sebelum akhirnya mengeluarkan otorisasi baru dua hari kemudian.

Dia mengatakan kepada panel Senat bahwa perubahan tersebut terjadi setelah “lebih dari 10 negara yang paling rentan dan termiskin dalam hal energi” mendekatinya untuk meminta perpanjangan.

Bessent menyebut langkah-langkah sebelumnya diperlukan untuk mendorong stabilitas di pasar energi global di tengah konflik Timur Tengah.

Sama seperti pada April, lobi dari sekutu Asia dan makin ketatnya pasar minyak masih dapat mendorong pemerintah untuk mengeluarkan pengecualian baru di kemudian hari.

Pemerintahan AS membiarkan pengecualian sementara terpisah yang memungkinkan pembelian beberapa minyak mentah Iran berakhir pada April.

Minyak mentah Brent, patokan global, telah melonjak sejak perang Iran dimulai, mendorong harga bensin, solar, dan produk lain yang terbuat darinya menjadi lebih tinggi.

Gangguan pasokan yang terkait dengan Hormuz juga telah membuat beberapa pembeli berebut kargo baru, termasuk dari AS.

Pemerintah AS telah mengambil beberapa langkah lain untuk meredam dampak dari guncangan energi, yang oleh Badan Energi Internasional (IEA) disebut sebagai gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak.

Pemerintahan Trump mengizinkan kapal asing untuk mengangkut minyak mentah dan komoditas lainnya antar pelabuhan Amerika hingga pertengahan Agustus.

Mereka juga untuk sementara waktu menangguhkan beberapa spesifikasi bahan bakar domestik.

(bbn)

No more pages