Logo Bloomberg Technoz

Redam Dampak Perang di Iran, Brasil Gelontorkan Subsidi Tambahan

News
14 May 2026 09:45

Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva berbicara dalam pertemuan dengan para gubernur di Brasil, Senin, (9/1/2023). (Arthur Menescal/Bloomberg)
Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva berbicara dalam pertemuan dengan para gubernur di Brasil, Senin, (9/1/2023). (Arthur Menescal/Bloomberg)

Martha Beck dan Daniel Carvalho-Bloomberg News

Bloomberg, Pemerintah Brasil mengumumkan subsidi bahan bakar tambahan untuk meredam dampak perang di Iran terhadap inflasi, serta membantu menopang popularitas Presiden Luiz Inacio Lula da Silva menjelang pemilu tahun ini.

Pemerintah berencana menggelontorkan dana hingga 2,9 miliar reais atau setara US$580 juta (Rp10,15 triliun) per bulan untuk mensubsidi bensin dan solar, baik yang diproduksi di dalam negeri maupun yang diimpor, menurut Menteri Perencanaan Bruno Moretti.


Program ini, yang diperkenalkan oleh Lula melalui keputusan sementara pada Rabu, akan berlangsung selama dua bulan dan dapat diperpanjang jika diperlukan, kata Moretti. Brasil akan menggelar pemilihan presiden pada Oktober, saat Lula diperkirakan akan mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat.

Sejak konflik di Timur Tengah hadir, pemerintah Brasil telah meluncurkan pemotongan pajak dan subsidi untuk berbagai produk dengan total hingga 13 miliar reais. Lula juga sudah menghapus pajak atas biodiesel dan bahan bakar aviasi, mendukung produksi solar lokal, dan mensubsidi impor gas elpiji, serta mengizinkan maskapai penerbangan untuk mengakses fasilitas pinjaman dari dana penerbangan nasional.

Keputusan Brasil untuk menambah subsidi BBM sebagai penangkal dampak akibat prang di Iran.