Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ambles Rp17.500/US$, Ini Kata BI, Pejabat Hingga Pengusaha

Redaksi
15 May 2026 15:45

Karyawan memegang mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memegang mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus bergerak liar hingga ke kisaran Rp17.500/US$ dalam beberapa waktu terakhir, seiring memburuknya sentimen global maupun domestik. 

Para pemangku kebijakan maupun ahli ekonomi memberikan respons berbeda terkait fenomena pelemahan mata uang Garuda ini. 

Nilai kontrak rupiah di pasar luar negeri mulai melemah lagi. Setelah dibuka stagnan, hari ini (15/5/2026) rupiah offshore sempat menguat 0,17% ke posisi Rp17.537/US$. Namun, tak berselang lama, rupiah kembali terpeleset 0,22% ke posisi Rp17.607/US$ pada 07:55 WIB. 


Sebagai catatan, rupiah spot telah melemah 4,44% sejak awal tahun 2026 hingga pertengahan kuartal kedua. Pada perdagangan terakhir pekan ini pada Rabu (13/5/2026), rupiah spot ditutup di level Rp17.465/US$. 

Lalu, bagaimana respons pejabat pemerintah, pejabat bank sentral, wakil rakyat, ahli ekonomi, hingga pelaku ekonomi terkait pergerakan rupiah terhadap dolar AS? Berikut gambarannya: