Logo Bloomberg Technoz

Mengenal Uranium Diperkaya hingga Prosesnya Jadi Senjata Nuklir

Redaksi
12 May 2026 17:20

Kotak sampel inti dengan uranium teroksidasi./Bloomberg-Heywood Yu
Kotak sampel inti dengan uranium teroksidasi./Bloomberg-Heywood Yu

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berada dalam fase yang sangat rapuh pada Senin (11/05/2026). Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan tersebut kini sedang dalam masa "kritis" setelah dirinya menolak tawaran perdamaian terbaru dari Teheran.

Berbicara kepada wartawan di Ruang Oval, Trump menyebut jawaban Iran atas proposalnya sebagai "sampah" dan mengaku dirinya "bahkan tidak menyelesaikan membaca dokumen tersebut."

Salah satu tuntutan utama AS adalah agar Iran menghentikan seluruh kegiatan pengayaan uranium.


Iran selalu bersikeras bahwa program nuklirnya hanya untuk penggunaan sipil, seperti pembangkit listrik, yang membutuhkan pengayaan uranium antara 3% dan 5%. Untuk membuat senjata nuklir, uranium perlu diperkaya hingga 90%.

Apa itu uranium, dan negara mana saja yang memilikinya?