Logo Bloomberg Technoz

Ancaman Siber Membayangi di Tengah Lompatan Ekonomi Digital RI

Merinda Faradianti
12 May 2026 14:10

Ilustrasi Hacker (Dok. Unsplash)
Ilustrasi Hacker (Dok. Unsplash)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laporan whitepaper bertajuk “A Business-Centric Framework for Enterprise Cyber-Resilience” menyebutkan, Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Namun, pertumbuhan agresif kecerdasan buatan atau AI justru membuka celah serangan siber yang makin lebar.

Dalam laporan tersebut, ekonomi digital Indonesia menyumbang 6,8% terhadap PDB nasional pada 2024. Nilai ekonomi internet Indonesia diproyeksikan mencapai US$99 miliar pada 2025 dan melonjak menjadi US$340 miliar atau sekitar Rp340 miliar pada 2030.

"Menunjukkan bahwa digitalisasi tidak lagi menjadi pelengkap, ini adalah dasar untuk daya saing ekonomi. Sebagai ekonomi digital terbesar di ASEAN, Indonesia terus melampaui rekan-rekan regionalnya dengan selisih yang lebar," tulis laporan tersebut dikutip Selasa (12/5/2026).


Namun demikian terdapat masalah, di mana laju investasi keamanan siber jauh tertinggal dibanding ekspansi AI itu sendiri. Belanja enterprise untuk AI tumbuh 77,8% per tahun, sementara keamanan siber hanya naik 22,6%. Ketimpangan itu dinilai menciptakan risiko besar di tengah masifnya adopsi cloud, API, dan sistem digital baru.

“Setiap instance cloud baru, API, maupun aset digital yang terhubung memperluas permukaan serangan,” tulis laporan tersebut. Sektor manufaktur, kesehatan, transportasi, hingga kota pintar disebut menjadi target utama serangan siber karena ketergantungan tinggi pada sistem digital terintegrasi.