Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Makin Lemah, Sentuh Rp17.500/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
12 May 2026 09:20

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah belum punya cukup tenaga untuk kembali menguat setelah melemah sejak Jumat pekan lalu. Pagi ini, Selasa (12/5/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali anjlok 0,42% dan bertengger di Rp17.485/US$.

Tak lama berselang, pelemahan mata uang Nusantara makin dalam 0,44% ke posisi Rp17.488/US$ pada 09:05 WIB dan menempati posisi kedua terlemah setelah Won Korea Selatan.

Bahkan pada pukul 09:17 WIB, rupiah sudah menyentuh Rp17.500/US$. Rupiah pun resmi mencatat posisi terlemah sepanjang sejarah di perdagangan intraday.


Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama berada di 98,1, kembali naik setelah kemarin sempat berada di level 97. Sementara harga minyak mentah jenis Brent juga masih dibanderol mahal US$104 per barel, menyusul ketidakpastian arah penyelesaian perang Timur Tengah.

Di kawasan, won Korea Selatan tergerus paling dalam 0,88%. Disusul rupiah, peso Filipina 0,45%, yen Jepang 0,23%, ringgit Malaysia 0,21%, dolar Singapura 0,17%, dolar Taiwan 0,04%, dan yuan offshore 0,04%.