Logo Bloomberg Technoz

Berisiko, Tender EPCC Kilang Tuban Disarankan Tunggu FID Rosneft

Azura Yumna Ramadani Purnama
12 May 2026 13:50

Kilang minyak PCK Schwedt dioperasikan oleh PCK Raffinerie GmbH, anak perusahaan Rosneft Oil Co./Bloomberg-Krisztian Bocsi
Kilang minyak PCK Schwedt dioperasikan oleh PCK Raffinerie GmbH, anak perusahaan Rosneft Oil Co./Bloomberg-Krisztian Bocsi

Bloomberg Technoz, Jakarta – Sejumlah pakar energi menyarankan agar tender engineering, procurement, construction, dan commissioning (EPCC) Grass Root Refinery (GRR) Tuban tetap dilakukan hanya jika salah satu investor Kilang Tuban, PJSC Rosneft Oil Company, sudah memutuskan final investment decision (FID).

Ketua Kelompok Kajian Ketahanan Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan (K3EPB) Universitas Indonesia Ali Ahmudi Achyak berpendapat langkah pembukaan prakualifikasi EPCC memang dapat dibaca sebagai sinyal proyek tersebut ingin dijaga momentumnya.

“Namun, dari sisi bisnis dan pembiayaan, tetap ada sejumlah risiko besar apabila proyek bergerak terlalu jauh sebelum keputusan investasi final [FID] benar-benar jelas,” kata Ali ketika dihubungi, Selasa (12/5/2026).


Risiko pertama, kata Ali, terdapat potensi pembengkakan biaya dan ketidakpastian pendanaan. Dia memandang EPCC kilang merupakan proyek bernilai besar dan umumnya investor atau pemilik dana baru memberikan dananya ketika FID sudah diputuskan.

“Jika proses tender atau bahkan konstruksi berjalan lebih dahulu, ada potensi terjadi ‘sunk cost’ ketika partner strategis belum sepenuhnya berkomitmen,” tegas Ali.

Seorang pekerja mengenakan jaket keselamatan bermerek saat bekerja di anjungan pengeboran yang dioperasikan oleh Rosneft PJSC/Bloomberg-Andrey Rudakov