Logo Bloomberg Technoz

Amblasnya IHSG yang begitu dalam hingga 1% lebih merupakan efek secara langsung dari turunnya sejumlah saham big caps, hingga tersengat sentimen dari pasar global.

Saham–saham laggard berdasarkan data Bloomberg, Senin (11/5/2026).

  1. Bank Mandiri (BMRI) menekan 29,08 poin
  2. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menekan 9,3 poin
  3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menekan 7,87 poin
  4. Barito Renewables Energy (BREN) menekan 7,78 poin
  5. Chandra Asri Pacific (TPIA) menekan 5,71 poin
  6. Bank Central Asia (BBCA) menekan 4,7 poin
  7. Amman Mineral Internasional (AMMN) menekan 3,96 poin
  8. Bumi Resources Minerals (BRMS) menekan 3,77 poin
  9. Impack Pratama Industri (IMPC) menekan 2,73 poin
  10. Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menekan 2,21 poin

Adapun saham–saham unggulan LQ45 lain juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) drop 6%, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) amblas 4,77%, dan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) juga terjebak di zona merah dengan jatuh 3,92%.

Disusul oleh pelemahan saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) yang terjun bebas 3,59%, saham PT Indosat Tbk (ISAT) amblas 3,57%, dan saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang melemah 3,29%.

Donald Trump Tolak Proposal Perdamaian dari Iran

Ketegangan di Timur Tengah enggan mereda setelah Donald Trump menolak tanggapan Iran atas proposal penghentian perang terbaru. Hal tersebut turut menyeret lonjakan harga minyak mentah di pasar global.

Penolakan Presiden Trump terhadap tanggapan terbaru Iran memicu kekhawatiran akan berkepanjangannya konflik di Timur Tengah,”

Phillip Sekuritas Indonesia

Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian terbaru untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu.

“Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut sebagai ‘perwakilan’ Iran,” tulis Trump dalam unggahan media sosial pribadinya, sambil menyebut sebagai “SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA.”

Di tengah serangkaian insiden yang terus mengancam gencatan senjata yang goyah, belum jelas apakah pertukaran proposal perdamaian terbaru dari kedua pihak dapat membuka jalan bagi dibukanya kembali Selat Hormuz.

Harga minyak mentah jenis Brent melesat hingga 4,28% menuju level US$105,6 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melejit 5,19% menembus US$100,05 per barel, berdasarkan data Bloomberg per pukul 12.40 WIB.

“Penolakan Trump terhadap rencana perdamaian terbaru Iran membuat pekan ini dimulai dalam mode risk–off, membalikkan sebagian pergerakan harga yang kita lihat minggu lalu,” kata Jason Wong, Analis Strategi di Bank of New Zealand. 

IHSG melemah terseret sentimen global, investor terfokus pada prospek perdamaian di Timur Tengah yang akan menurunkan harga komoditas energi dan meredam tekanan inflasi dalam perekonomian, mengutip riset Phillip Sekuritas Indonesia.

(fad)

No more pages