Logo Bloomberg Technoz

Meski penjualan melambat, Sony mengaku tetap optimistis terhadap bisnis gaming mereka. Perusahaan memperkirakan laba divisi game masih bisa tumbuh sekitar 30% pada tahun fiskal berikutnya, didorong perilisan game blockbuster seperti Grand Theft Auto VI pada November mendatang.

PlayStation 5 atau PS5. dok: Bloomberg

Di tengah tekanan tersebut, Sony juga memastikan pengembangan PlayStation 6 terus berlangsung. Dalam laporan keuangannya, perusahaan mengungkap adanya peningkatan investasi untuk platform konsol generasi berikutnya.

Namun, Sony belum menentukan jadwal peluncuran maupun harga PS6 karena masih dibayangi krisis pasokan memori global.

Buyback Saham, Sony Siap Dana US$3,2 Miliar

Di tengah badai kenaikan harga memori Sony belum lama mengumumkan rencana buyback saham total hingga ¥500 miliar atau US$3,2 miliar, dilaporkan Bloomberg News.

Arah strategi perusahaan ke depan adalah perombakan, termasuk pelepasan bisnis perangkat yang lesu. Sony kemudian lebih memilih perluasan divisi yang dipimpin oleh IP. Perusahaan ini hampir mencapai kesepakatan senilai hampir US$4 miliar untuk katalog musik yang mencakup karya-karya Justin Bieber dan Neil Young.

Pada awal tahun ini mereka setuju untuk menyerahkan kendali mayoritas bisnis TV-nya kepada usaha patungan dengan TCL Electronics Holdings Ltd. dari China.

Sony Group Corp. dok: Bloomberg

Sementara itu, divisi game inti menghadapi beban kenaikan biaya hardware sekaligus margin software yang menjanjikan. Rilis Grand Theft Auto VI pada musim gugur mendatang kemungkinan akan menjadi katalis untuk menarik lebih banyak pengguna ke platform hiburan dan layanan online Sony.

Sony diketahui juga memprioritaskan pada peningkatan profitabilitas untuk mengatasi kenaikan biaya bahan baku, termasuk rencana mendirikan usaha patungan baru dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. atau TSMC.

Sony dan TSMC akan mengembangkan sensor gambar generasi berikutnya untuk robot dan mobil canggih, kata kedua perusahaan dalam pernyataan bersama. Berbasis di pulau Kyushu di barat daya Jepang, di mana TSMC telah mendirikan pabrik fabrikasi, Sony mengatakan entitas tersebut — yang akan dimiliki mayoritas oleh Sony — sedang membahas investasi dalam kapasitas baru dengan dukungan dari pemerintah Jepang. 

“Usaha patungan dengan TSMC akan menjadi langkah pertama kami untuk menjadi fab-light,” kata Chief Executive Officer Hiroki Totoki dalam konferensi pendapatan pada hari Jumat. “Kami ingin memproduksi tidak hanya sendiri, tetapi juga bersama mitra.”

Sony yang bermarkas di Tokyo, Jepang, sebelumnya memperkirakan laba operasional sebesar ¥1,6 triliun, naik sekitar 11% dan sejalan dengan perkiraan analis. 

(mef/wep)

No more pages