Uang Primer Melambat, Sinyal Pengetatan Likuiditas Kian Kuat
Redaksi
09 May 2026 10:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Posisi uang primer atau M0 pada bulan April melambat, dan mengindikasikan penurunan likuiditas yang cukup signifikan, setelah lonjakan besar pada Maret 2026. Hal ini terjadi akibat normalisasi musiman pasca-Ramadan dan Idulfitri, penyerapan likudittas oleh operasi moneter Bank Indonesia (BI), serta penurunan posisi giro perbankan di BI.
Laporan BI pada Jumat (8/5/2026) mencatat jumlah uang primer atau uang yang langsung beredar di perekonomian (M0) yang telah disesuaikan (adjusted) tercatat mencapai Rp2.232,2 triliun pada April 2026.
Angka ini tumbuh 14,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski sedikit melambat dibanding pertumbuhan Maret 2026 yang sebesar 16,8%. Sementara secara tahunan, dibanding April 2025 sebesar Rp1.543,9 triliun, posisi April 2026 masih tumbuh 16,5%, atau naik Rp255 triliun.
Kondisi ini menunjukkan bahwa secara struktural likuiditas masih lebih besar dibanding periode yang sama tahun lalu, tetapi secara bulanan BI mulai menarik kembali likuiditas yang sebelumnya dilepas untuk memenuhi kebutuhan transaksi Lebaran.
Penurunan uang primer ini terjadi lantaran menyusutnya jumlah uang kartal yang diedarkan. Posisinya turun Rp45,6 triliun, atau 3,39% dari Rp1.346,7 triliun (Maret) menjadi Rp1.301,1 triliun (April). Penyusutan uang kartal terjadi setelah kebutuhan uang tunai masyarakat naik selama periode Lebaran tersebut.


























