Pemerintah juga melakukan surveilans faktor risiko pada reservoir atau hewan pembawa virus, serta penyelidikan epidemiologi untuk mendeteksi potensi penularan lebih dini.
Di sisi penguatan sumber daya, Kementerian Kesehatan menyiapkan rumah sakit rujukan dalam jejaring layanan pengampuan PIE. Pemerintah juga menggelar pelatihan dan workshop bagi tenaga kesehatan terkait penanganan Hantavirus.
Selain itu, Kemenkes telah menyediakan pedoman pencegahan dan pengendalian penyakit Hantavirus, menerbitkan surat edaran kewaspadaan, hingga menyiapkan media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) seperti FAQ, leaflet, dan poster untuk masyarakat.
“Komunikasi risiko kepada masyarakat juga terus dilakukan agar masyarakat memahami langkah pencegahan dan kewaspadaan,” ujar Aji.
Dalam aspek laboratorium, pemeriksaan Hantavirus saat ini dilakukan di laboratorium rujukan nasional, yakni Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BBLKL) dan Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (BBLK).
Selain itu, jejaring Laboratorium Kesehatan Masyarakat juga telah memiliki kapasitas pemeriksaan, termasuk di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Jakarta dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Yogyakarta.
Kementerian Kesehatan juga melakukan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk memantau karakteristik virus dan mendeteksi kemungkinan perubahan genetik dari Hantavirus di Indonesia.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) melaporkan terdapat 23 kasus terkonfirmasi Hantavirus dengan tiga kematian yang tersebar di sembilan provinsi dalam periode 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026. Angka fatalitas kasus atau case fatality rate (CFR) tercatat mencapai 13%.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengatakan seluruh kasus konfirmasi mengarah pada demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS) dengan strain virus Seoul.
"Ini situasi nasional. Ada 23 positif, tiga kematian, sisanya sembuh. Sisa dua kasus suspek sudah terkonfirmasi negatif," ujar Aji dalam keterangannya kepada Bloomberg Technoz, Jumat (08/05).
(dec)






























