BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai pelaku pasar merespons negatif usulan pemerintah terkait penerapan skema royalti progresif baru untuk sejumlah komoditas tambang utama.
Dalam analisis BRIDS, terdapat potensi atau dampak negatif ke emiten pertambangan akibat berlakunya peraturan baru ini.
“Margin laba berpotensi tertekan akibat kenaikan beban royalti. Ketidakpastian regulasi dapat menahan ekspansi & investasi. Serta sentimen pasar terhadap sektor tambang cenderung negatif dalam jangka pendek,” ungkap BRIDS, Jumat (08/07/2026).
Namun di sisi lain, kebijakan ini dapat meningkatkan penerimaan negara di tengah tingginya harga komoditas global.
Senada, MNC Sekuritas menilai anjloknya IHSG pada hari yang sama hingga hampir 3% dipicu tekanan pada saham-saham tambang, seperti MDKA, TINS, INCO, serta AMMN.
Menurut MNC Sekuritas, pelaku pasar merespons negatif usulan pemerintah terkait penerapan skema royalti progresif baru untuk sejumlah komoditas tambang utama. Kebijakan itu dinilai berpotensi membuat perusahaan tambang lebih cepat masuk ke lapisan royalti yang lebih tinggi.
MNC Sekuritas juga melihat investor mulai khawatir terhadap potensi tergerusnya margin emiten tambang ke depan.
“Selain itu saham konglomerasi juga membebani pergerakan IHSG hari ini, antara lain BREN, PTRO, BRPT,” tulis analisis MNC Sekuritas, Jumat (8/5/2026).
Secara teknikal, MNC Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih berpotensi mengikuti dua skenario. Dalam skenario terbaik (best case), koreksi indeks diperkirakan relatif terbatas dengan area uji di kisaran 6.947 hingga 7.002. Namun, apabila IHSG menembus level support 6.876, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 6.727 sampai 6.838.
(smr/ell)































