Logo Bloomberg Technoz

Izin Hulu Migas RI Dinilai Tak Efisien, Insentif Bersifat Reaktif

Azura Yumna Ramadani Purnama
23 April 2026 18:00

(Dok. PHE)
(Dok. PHE)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai skema insentif di sektor hulu minyak dan gas (migas) Tanah Air kurang menarik, sebab tidak terdapat insentif khusus untuk mengingatkan daya tarik kepada investor untuk melakukan kegiatan eksplorasi.

Hal tersebut diungkap BPK usai memeriksa kinerja ketahanan energi sektor migas periode 2023 hingga semester I-2025 yang dilaksanakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

BPK memandang skema insentif hulu migas yang saat ini berlaku masih bersifat reaktif untuk memperbaiki keekonomian lapangan setelah muncul masalah.


Bahkan, BPK juga menilai proses perizinan masih belum efisien dan terintegrasi penuh. Lalu, pengelolaan data hulu migas juga dinilai belum andal dan lengkap.

“Kondisi tersebut mengakibatkan potensi iklim investasi yang kurang menarik bagi investor dan data hulu migas yang tersedia belum sepenuhnya andal, lengkap, akurat, dan informatif,” tulis BPK dalam dokumen Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2025, dikutip Kamis (23/4/2026).