Untuk itu, BPK merekomendasikan kepada Menteri ESDM untuk mendorong percepatan pengaturan perizinan sektor hulu migas yang terintegrasi dan efisien, serta mendorong penyelesaian syarat dan ketentuan untuk lebih menarik investasi di wilayah kerja (WK) baru.
BPK turut merekomendasikan Menteri ESDM agar mengalokasikan sumber daya yang memadai untuk melakukan digitalisasi data secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, Menteri ESDM juga direkomendasikan oleh BPK untuk mendorong kepatuhan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam penyerahan data hulu migas.
Sekadar informasi, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto meyakini investasi di hulu migas Indonesia bakal tetap menarik, meskipun harga minyak mentah melonjak akibat penutupan jalur perdagangan migas dunia di Selat Hormuz.
Djoko mengatakan pendapatan di sektor hulu migas justru bakal meningkat dengan kondisi tersebut, sedangkan untuk sektor hilir migas dia enggan berkomentar.
“Dari hulu akan ada pendapatan meningkat, harganya naik. Kalo dari hilir saya enggak tahu, di hulu bagus,” kata Djoksis kepada awak media, di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (6/3/2026).
SKK Migas menargetkan investasi hulu migas 2026 senilai US$ 16 miliar, naik 3,7% dari proyeksi 2025. Menurut catatan SKK Migas, Indonesia membutuhkan investasi US$20 miliar per tahun untuk dapat mencapai ambisi lifting minyak 1 juta barel per hari (bph) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari pada 2030.
Di sisi lain, Kementerian ESDM bakal menawarkan 110 wilayah kerja (WK) migas KKKS tahun ini.
Belakangan, otoritas hulu migas telah mengadakan pertemuan dengan Indonesia Petroleum Association (IPA) ihwal rencana penawaran blok migas tersebut.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan 110 WK tersebut akan ditawarkan secara serempak. Yuliot berharap lelang anyar itu dapat meningkatkan produksi siap jual atau lifting migas Indonesia.
“Tahun ini kita menawarkan 110 wilayah kerja, jadi di anggota IPA, justru mereka menyatakan minat untuk bagaimana meningkatkan eksplorasi dan juga meningkatkan produksi minyak,” kata Yuliot kepada awak media di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Adapun, pada tahun lalu Kementerian ESDM membuka lelang WK migas dalam tiga tahap.
Dalam lelang WK migas putaran pertama 2025, ESDM melelang tiga WK yakni WK Gagah, WK Perkasa, dan WK Lavender.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memenangkan lelang WK Lavender sebab perusahaan migas pelat merah itu sudah melakukan joint study di WK tersebut.
Selain itu, TIS Petroleum (Asia) Pte Ltd ditetapkan menjadi pengelola WK migas Perkasa dan baru saja meneken kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC).
Setelah itu, Kementerian ESDM membuka lelang sembilan blok migas pada penawaran tahap II.
Sembilan blok migas yang dilelang terdiri atas; Blok Jalu, Blok Southwest Andaman, Blok Karunia, Blok Delapan Muaro, Blok Barong, Blok Drawa, Blok Bintuni, Blok Gagah, dan Blok Abar Anggursi.
Terbaru, pada akhir 2025 Kementerian ESDM membuka lelang delapan WK pada Senin (22/12/2025). Tiga WK ditawarkan lewat penawaran langsung di antaranya WK Tapah, WK Nawasena, dan WK Mabelo.
Sementara itu, lima blok sisanya ditawarkan lewat lelang reguler yakni WK Arwana III, WK Tuah Tanah, WK Rangkas, WK Akimeugah I dan WK Akimeugah II.
(azr/wdh)






























