Logo Bloomberg Technoz

Dialog Damai AS-Iran Tertahan, IHSG Ditutup Posisi 5.342

Muhammad Julian Fadli
08 June 2026 19:04

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,52% di posisi 5.342,13 pada perdagangan Senin (8/6/2026). IHSG terpeleset sejak pagi hari tadi imbas negosiasi Amerika Serikat (AS) dengan Iran terus memudar, asa damai sepertinya terus menjauh.

Sepanjang perdagangan, IHSG melaju dengan volatilitas tinggi dan terus–menerus berada di zona merah. Adapun rentang pergerakan terjadi 5.523,94 sampai dengan terendahnya 5.317,9. Posisi tersebut juga menjadi yang terendah sejak 9 November 2020 atau dalam dalam 5 tahun lebih perdagangan saham.

IHSG Cetak Rekor Terendah Sejak 9 November 2020 Silam (Bloomberg)

Sama halnya dengan IHSG, Bursa Saham Asia juga kompak terpeleset dalam di zona merah. KOSPI (Korea Selatan) jadi yang paling parah dengan amblas 8,29% point–to–point.


Adapun menyusul NIKKEI 225 (Jepang), TW Weighted Index (Taiwan), Shenzhen Comp. (China), Ho Chi Minh Stock (Vietnam), TOPIX (Jepang),  CSI 300 (China), Straits Times (Singapura), Shanghai Composite (China), SETI (Thailand), Hang Seng (Hong Kong), PSEI (Filipina), SENSEX (India), dan KLCI (Malaysia), yang terpangkas masing–masing 3,85%, 3,48%, 3,14%, 2,63%, 2,45%, 2,14%, 1,71%, 1,7%, 1,32%, 1,22%, 0,99%, 0,97%, dan 0,82%.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp21,73 triliun dari 32,52 miliar saham yang ditransaksikan. Frekuensi yang terjadi adalah 2,21 juta kali jual–beli.