Tim Cook harus berpikir kreatif. Kehilangan Srouji, yang telah mengubah chip Mac dan iPhone buatan Apple menjadi kebanggaan industri, akan menjadi pukulan atas warisannya. Dengan Apple yang tertinggal dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan desain perangkat, nilai jual yang vital tetaplah chip yang dikembangkan oleh tim Srouji.
Mengetahui bahwa Srouji sedang mempertimbangkan masa depannya di perusahaan dan bahwa Ternus akan menjadi penggantinya, Tim Cook merancang sebuah solusi: paket kompensasi baru yang sangat besar dan peran yang lebih luas bagi Srouji sebagai Chief Hardware Officer pertama Apple.
Peran tersebut, yang menggabungkan peran lama Srouji dan pengawasan Ternus saat ini atas rekayasa perangkat hardware, secara efektif menjadikannya eksekutif nomor dua di Apple. Namun, Srouji harus menunggu. Langkah tersebut bergantung pada pengunduran diri Tim Cook dan naiknya Ternus sebagai 'Apple 1', yang membuka jalan bagi Srouji mengambil alih divisi perangkat keras.
Pada hari Senin, momen itu tiba, dengan Apple menunjuk Srouji untuk peran yang diperluas tersebut.
“Struktur organisasi teknik yang terpadu ini berpotensi memperlancar pengambilan keputusan, memperkuat integrasi produk, dan pada akhirnya menghasilkan hasil yang luar biasa,” kata Tony Blevins, veteran Apple, dalam sebuah wawancara. Blevins, yang menjabat sebagai bos pengadaan perusahaan hingga 2022, bekerja erat dengan Srouji, John Ternus, dan Tim Cook.
Selama rapat seluruh karyawan pada Selasa, Ternus memuji Srouji dan memaparkan peran barunya tersebut.
“Johny telah menjadi rekan dan teman saya sejak lama. Dia sangat brilian, berbakat, telah memberikan kontribusi besar bagi Apple, dan saya sangat senang dia akan mengambil peran yang diperluas ini,” kata Ternus.
Setelah Bloomberg News melaporkan pada bulan Desember bahwa Srouji sedang mempertimbangkan untuk mundur, ia meyakinkan para karyawan bahwa dirinya tidak akan pergi “dalam waktu dekat.” Namun, pertanyaan tetap muncul mengenai berapa lama pria berusia 61 tahun itu akan bertahan di Apple, mengingat pendekatannya yang sangat mendalam terhadap pekerjaan.
Dikenal karena gaya manajemennya yang intens, Srouji kini berusaha menyederhanakan perannya — bahkan saat ia mengelola ribuan insinyur tambahan dan tanggung jawab atas jalur pengembangan perangkat Apple.
Srouji mengatakan kepada staf pada hari Senin bahwa ia membagi prioritas kepada lima pemimpin senior. Pendekatannya yang keras akan kontras dengan gaya Ternus yang lebih tenang. Srouji secara langsung memilih tim lamanya. “Mereka tahu apa yang mereka hadapi,” kata seorang sumber yang mengetahui masalah ini. Para eksekutif barunya yang berasal dari lingkaran Ternus akan menghadapi “mandi di pancuran air dingin,” kata sumber tersebut. Seorang perwakilan Apple menolak berkomentar.
Di antara mereka yang berpotensi tidak senang dengan perubahan ini adalah Kate Bergeron, deputi Ternus di bidang rekayasa hardware. Ia mengawasi desain produk di berbagai lini dan telah dipandang oleh beberapa pihak di internal sebagai calon pengganti Ternus. Sebaliknya, Ternus memilih Tom Marieb, kepala integritas produk, yang bergabung dengan Apple tujuh tahun lalu dari Intel Corp.
Ternus memilih Marieb karena ia mempercayainya dan menginginkan seseorang yang dapat diandalkan serta mampu meminimalkan risiko, kata seorang sumber yang mengetahui keputusan tersebut.
Ternus akan berperan sebagai sosok visioner bagi produk-produk Apple, namun ia memandang Marieb sebagai orang yang mampu melaksanakan rencana tersebut, kata sumber tersebut, yang meminta namanya tidak disebutkan saat membahas hal-hal yang bersifat rahasia.
Srouji yang naik jabatan juga menimbulkan pertanyaan tentang suksesi. Dia kini lebih berharga dari sebelumnya bagi perusahaan dan memiliki tanggung jawab lebih besar — namun masih belum jelas siapa yang pada akhirnya akan menggantikannya.
Eksekutif lain juga mempertimbangkan masa depan mereka. Mike Rockwell, yang menciptakan headset Vision Pro dan kini ditugaskan untuk merombak asisten suara Siri, telah mempertimbangkan untuk pergi atau beralih ke peran sebagai penasihat tahun depan, menurut sumbe. Ia memiliki keraguan tentang melaporkan langsung kepada bos barunya, chief software Craig Federighi, dan menginginkan peran lebih besar.
Beberapa tahun lalu, Rockwell sedang menuju posisi yang menentukan peta jalan produk dan AI Apple, sebuah posisi yang berpotensi setara dengan CTO. Ide tersebut masuk akal mengingat keyakinan perusahaan bahwa perangkat yang dikenakan di kepala akan menjadi komponen kuat dari masa depan pasca-iPhone.
Kini prospeknya buram. Meskipun Apple sedang mengembangkan kacamata pintar dan perangkat wearable lainnya, Vision Pro versi awal gagal menarik minat konsumen karena harga dan bobotnya. Namun, Rockwell tampaknya tidak akan meninggalkan jabatannya sebelum pembaruan Siri selesai.
Saat Ternus mengevaluasi tim manajemennya, ada kekhawatiran yang lebih luas. Gelombang eksekutif senior lainnya mungkin akan pensiun pada waktu yang hampir bersamaan, dan ia harus mencari penggantinya.
“Tantangan terbesar Ternus akan sama dengan yang dihadapi Tim Cook: transisi melampaui generasi eksekutif yang awalnya dibentuk oleh Steve Jobs. Ternus akan menghadapi rintangan yang tak mudah untuk membangun dan membentuk ulang jajaran eksekutif Apple pada saat ekspektasi terhadap kinerja, inovasi, dan kesinambungan tetap sangat tinggi.”
Beberapa pemimpin, termasuk CMO Greg Joswiak, head of retail Deirdre O’Brien, penanggung jawab App Store Phil Schiller, dan bos divisi layanan Eddy Cue, telah mendekati empat dekade bekerja di Apple.
O’Brien, yang mengawasi jaringan ritel dan SDM yang sangat besar, sebelumnya telah memberi tahu rekan-rekannya bahwa ia mulai mempertimbangkan pensiun.
Akhir tahun ini, Kate Adams, kepala urusan pemerintah Apple, akan pensiun. Sementara, eks CFO Luca Maestri, yang tetap bertahan di perusahaan dalam peran yang lebih kecil, juga mendekati akhir masa jabatannya.
Ternus menghadapi ancaman lain terhadap ketersediaan tenaga ahli, dengan pesaing seperti OpenAI yang secara agresif merekrut karyawan dan mengikis jumlah staf hardware Apple. Tang Tan, eks VP andalan Ternus, kini menjabat sebagai chief hardware officer di OpenAI dan telah merekrut beberapa insinyur untuk bekerja pada pengembangan perangkat bersama CEO Sam Altman dan mantan chief of design Apple, Jony Ive.
Selain menjaga Srouji tetap betah, Apple telah mengambil langkah lain untuk menstabilkan tim, seperti memperluas peran Federighi dengan menjadikannya chief of AI software dan memberinya tanggung jawab atas sistem operasi Apple Watch dan Vision Pro.
Selama rapat dengan seluruh karyawan pada hari Selasa, Cue berbicara atas nama tim eksekutif perusahaan mengenai masa depan Apple di bawah kepemimpinan Ternus, dengan berusaha menonjolkan nuansa kesinambungan. “John, kami tahu nilai-nilai Anda, kami tahu kedalaman teknis Anda, serta kecintaan Anda terhadap Apple dan produk-produk kami,” kata Cue. “Dan kami semua sangat antusias menyambut Anda.”
(bbn)





























