Rekam Jejak Tim Cook di Apple Selama Beberapa Dekade
Merinda Faradianti
21 April 2026 16:17

Bloomberg Technoz, Jakarta - Apple Inc. resmi berganti pemimpin. Tim Cook resmi mengundurkan diri sebagai CEO Apple dan digantikan oleh John Ternus. Keputusan ini mengakhiri dua dekade masa kepemimpinan Tim Cook yang penuh pencapaian dan membuka babak baru di perusahaan teknologi tersebut.
Perjalanan Tim Cook di Apple bukanlah kisah CEO visioner klasik seperti era Steve Jobs. Namun justru dari tangannya Apple menjelma menjadi mesin bisnis paling efisien dan bernilai tinggi di dunia.
Untuk diketahui Tim Cook bergabung dengan Apple pada 1998. Kala itu, perusahaan masih dalam fase pemulihan pasca-krisis. Ia direkrut langsung oleh Steve Jobs untuk memperbaiki operasional perusahaan, dan hal itu menjadi sebuah keputusan yang bahkan diakuinya bertentangan dengan logika karirnya saat itu.
“Ia menyadari secara rasional lebih baik bertahan, tetapi memilih Apple karena tujuan,” demikian refleksi Tim Cook dalam pidatonya, dilansir dari AppleInsider, pada Selasa (21/4/2026),
Berbeda dari Steve Jobs yang fokus pada produk, Tim Cook membangun pondasi Apple dari sisi yang jarang terlihat, yakni rantai pasok. Ia merombak total strategi manufaktur dengan menutup gudang dan mengalihkan produksi ke mitra eksternal, terutama di Asia. Langkah ini membuat Apple jauh lebih fleksibel, memangkas biaya, sekaligus mempercepat adopsi teknologi baru dalam produk.
Tim Cook juga dikenal agresif dalam negosiasi dengan pemasok serta berani mengambil taruhan besar. Seperti mengamankan komponen penting jauh sebelum produk diluncurkan, strategi ini yang kemudian menjadi ciri khas Apple.
Peran Tim Cook semakin krusial ketika kesehatan Steve Jobs menurun. Ia beberapa kali menjadi CEO interim sebelum akhirnya resmi mengambil alih pada 2011.
Baca Juga: Tim Cook Sempat Magang di Nike
Penunjukan itu bukan tanpa keraguan, pasalnya Steve Jobs sendiri pernah menyebut Tim Cook ‘bukan orang produk’ tetapi mengakui kemampuannya menjalankan perusahaan secara komprehensif.
Di bawah kepemimpinan Tim Cook, Apple berubah dari perusahaan teknologi inovatif menjadi raksasa bisnis global. Saat ia mengambil alih, valuasi Apple berada di kisaran US$348 miliar, dan dalam 15 tahun angka itu melonjak hingga menembus US$3 triliun.
Tak hanya itu, Tim Cook juga memperluas sumber pendapatan Apple. Ia mendorong pertumbuhan bisnis layanan seperti Apple Music, Apple TV+, hingga Apple Pay dan mengurangi ketergantungan pada iPhone sebagai satu-satunya mesin uang.
Baca Juga: Kompensasi Gaji Tim Cook di Apple Mencapai Rp1,2 Triliun
Era Tim Cook juga ditandai dengan langkah besar Apple mengendalikan teknologi inti. Akuisisi seperti PrimeSense atau cikal bakal Face ID dan bisnis modem Intel menjadi bagian dari strategi perusahaan teknologi itu dalam mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga.
Puncaknya terjadi pada 2020, saat Apple resmi beralih ke chip buatannya sendiri atau Apple Silicon, meninggalkan Intel, langkah itu yang mengubah peta industri PC.
Tak hanya agresif di finansial, Tim Cook membawa Apple lebih vokal dalam isu sosial dan lingkungan. Ia mendorong komitmen netral karbon 2030 serta inisiatif kesetaraan ras dengan investasi ratusan juta dolar.
Dirinya juga menjadi CEO Fortune 500 pertama yang secara terbuka mengungkapkan orientasi seksualnya, sekaligus menjadikan Apple lebih progresif dalam isu keberagaman.

































