Hasil perdagangan minyak "jauh lebih tinggi" daripada kuartal sebelumnya, kata raksasa minyak itu dalam pembaruan perdagangan kuartal pertama pada Rabu (8/4/2026), menjelang pendapatan yang akan diumumkan bulan depan.
Pembaruan Shell ini adalah panduan pendapatan pertama dari perusahaan minyak besar sejak perang di Timur Tengah menyebabkan harga energi, dari minyak mentah hingga bahan bakar jet, melonjak, karena pengiriman melalui jalur penting Selat Hormuz hampir terhenti.
2. Exxon & Chevron Gagal Cuan
Lonjakan harga minyak dan gas alam (migas) akibat perang Iran seolah tampak seperti kabar baik bagi perusahaan energi terbesar di dunia. Namun, gangguan produksi di kawasan tersebut, blokade pengiriman, dan kerugian lindung nilai (hedging) membuat realitas jauh lebih rumit dari ekspektasi.
Exxon Mobil Corp. dan Chevron Corp. kehilangan sekitar 6% dari produksi global mereka pada kuartal I-2026, sementara produksi gas Shell Plc turun 5%, sebagian besar karena Selat Hormuz pada dasarnya telah ditutup.
Hal ini terjadi setelah hanya satu bulan pertempuran di wilayah tersebut, menunjukkan bahwa dampaknya bisa jauh lebih parah jika jalur air tersebut tetap ditutup untuk jangka waktu yang lama.
“Timur Tengah membuat kuartal ini menjadi kacau,” tulis Lloyd Byrne, seorang analis di Jefferies Financial Group Inc., dalam sebuah catatan.
Saham kedua perusahaan minyak besar AS itu mencapai rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir karena harga minyak mentah Brent melonjak di atas US$112/barel, tertinggi dalam empat tahun, dan di tengah spekulasi bahwa kekurangan bahan bakar di Asia akan mendorong harga lebih tinggi lagi dalam beberapa bulan mendatang.
Namun, kerugian produksi dan kendala pengiriman berarti perusahaan-perusahaan minyak raksasa tersebut tidak dapat memanfaatkan sepenuhnya lonjakan harga, yang menunjukkan betapa rentannya mereka terhadap pembatasan perdagangan yang berkepanjangan di Teluk Persia.
3. BP Pede Penjualan Minyak Kuartal I-2026 Melesat
BP Plc mengatakan para pedagang (trader) minyaknya berhasil meningkatkan pendapatan kuartal I-2026 di tengah konflik Timur Tengah yang mengguncang pasar energi.
Hasil perdagangan minyak BP untuk kuartal ini diperkirakan "luar biasa," kata raksasa energi itu dalam pembaruan perdagangan pada Selasa (14/4/2026), sebelum pendapatan akhir bulan ini.
Laporan ini adalah panduan pertama BP sejak CEO Meg O’Neill mengambil alih pada 1 April, dengan misi untuk membuat perusahaan lebih ramping, fokus pada pertumbuhan produksi minyak dan gas (migas), dan melepaskan aset energi bersih yang berimbal hasil rendah.
4. TotalEnergies Catat Kinerja Kuat
TotalEnergies SE mencatat kinerja kuartal pertama yang kuat karena lonjakan harga energi, keuntungan perdagangan, dan peningkatan produksi di wilayah lain membantu mengimbangi dampak perang terhadap operasinya di Timur Tengah.
Hasil dari produksi dan perdagangan minyak dan gas diperkirakan akan meningkat secara signifikan pada kuartal ini, kata raksasa energi Prancis tersebut dalam laporan perdagangan pada Kamis, menjelang pengumuman laporan keuangan yang akan dirilis akhir bulan ini.
Pecahnya perang pada akhir Februari mengguncang pasar, mulai dari minyak mentah hingga bahan bakar jet karena pengiriman melalui jalur krusial Selat Hormuz hampir terhenti.
Perusahaan minyak besar Eropa memiliki operasi perdagangan besar yang sering kali mendapat keuntungan dari meningkatnya volatilitas. Shell Plc dan BP Plc keduanya melaporkan kinerja perdagangan yang kuat pada kuartal ini.
Pada saat yang sama, perusahaan berhasil mempertahankan produksi minyak dan gas sejalan dengan kuartal sebelumnya karena proyek-proyek baru di Brasil dan Libya memitigasi penurunan produksi di Timur Tengah.
Bisnis gas alam cair (LNG) global Total yang luas mendapat manfaat dari peningkatan produksi sebesar 10% dan "aktivitas perdagangan yang kuat" akibat volatilitas pasar.
Total menjadi perusahaan dengan kinerja terbaik di antara lima raksasa minyak teratas sepanjang tahun ini, di mana harga sahamnya naik 38% dalam denominasi dolar. Sahamnya sedikit melemah pada awal perdagangan di Eropa, bersama dengan perusahaan sejenis.
(ros/wdh)































