Dia menambahkan jumlah anak buah kapal (ABK) berkebangasaan Indonesia yang bekerja di kapal Pertamina berjumlah sekitar 4.090 orang. Sementara itu, pelaut warga negara asing (WNA) hanya berkisar 278.000 atau sekitar 6% dari total ABK di atas kapal Pertamina Group.
Vega menyatakan perseroan berfokus pada lini bisnis angkutan maritim untuk pasar internasional. Langkah tersebut dijalankan untuk mendorong pertumbuhan pendapatan dan motor devisa negara dari ekspansi pasar global.
“Ini menjadi bagian dari strategi kami dalam memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam industri maritim dunia. Dalam operasionalnya, kapal Pertamina faktanya masih didominasi oleh pelaut Indonesia hingga 94%,” kata Vega.
Sekadar informasi, terdapat dua kapal Pertamina yang masih belum bisa melewati jalur perdagangan migas dunia di Selat Hormuz; Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Kapal Gamsunoro memang melayani kargo milik konsumen pihak ketiga atau third party. Sementara itu, Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah atau light crude oil untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Gamsunoro merupakan kapal tanker jenis aframax atau tanker minyak berukuran menengah dengan bobot mati 100.000 DWT. Saat ini, tanker tersebut dikelola oleh Synergy Ship Management.
Kapal yang dibangun pada 2010 ini dioperasikan untuk mengangkut dan mendistribusikan minyak mentah, berbendera Indonesia, dan juga diawaki oleh kru-kru Indonesia.
Gamsunoro sebelumnya sempat mengalami kondisi serupa, kapal tersebut pada 2024 berhasil meninggalkan area Laut Merah dengan selamat padahal tengah dipenuhi pemberontak Houthi.
Kala itu, Gamsunoro tengah mengangkut kargo minyak mentah dan berhasil menuju perairan Amerika Serikat.
Kapal ini juga dilengkapi dengan berbagai peralatan standar internasional termasuk Panama Chock dan Suez Canal Certificate, yang memastikan kelancaran operasional di terusan internasional seperti Terusan Panama dan Terusan Suez.
Adapun, PIS sebelumnya melaporkan terdapat empat kapal yang berada di kawasan Timur Tengah.
Antara lain; Gamsunoro di Khor al Zubair, Irak, Pertamina Pride yang tengah melakukan proses muat di Ras Tanura, PIS Rinjani dalam posisi lego jangkar di Khor Fakkan, serta PIS Paragon di Oman.
Dari empat kapal tersebut, dua kapal masih berada di dalam area teluk, yaitu Pertamina Pride yang dikelola NYK dan Gamsunoro yang dikelola Synergy Ship Management.
Sementara itu, PIS Rinjani dan PIS Paragon telah beranjak dari area perairan konflik di Timur Tengah.
(azr/wdh)


























