Logo Bloomberg Technoz

Sementara tenor 5 tahun relatif stabil di 6,3% meski masih digancar mahal oleh investor. Begitu juga dengan tenor acuan 10 tahun tercatat turun 0,6 bps ke 6,59%. 

Kala tensi perang Timur Tengah mereda dengan kemungkinan Iran akan menghadiri negosiasi dengan AS di Islamabad, Pakistan tekanan terhadap rupiah tidak serta merta pupus. 

Dari dalam negeri, kenaikan harga minyak, yang meski masih di bawah US$100 per barel namun tetap berada di atas angka asumsi yang disematkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), berpotensi menyebabkan fiskal kembali terjepit. 

Di sisi lain, upaya pemerintah menambal defisit melalui penerapan Bea Keluar bagi komoditas pertambangan masih menuai polemik dan mendapat penolakan dari beberapa kalangan. Sebab, rencana tersebut bisa menyebabkan tergerusnya margin. 

Lebih lanjut, kemarin Fitch Ratings mengeluarkan catatan yang menyebut kebijakan ini dapat menyebabkan rating kredit sektor pertambangan Indonesia turun. 

Padahal, jika kebijakan ini diterapkan pemerintah RI melalui Kementerian Keuangan bisa mengantongi penerimaan negara setidaknya Rp25 triliun dari pengenaan bea keluar batu bara saja. 

Namun, tambahan penerimaan negara itu berpotensi meningkatnya ketidakpastian bagi investor khususnya di sektor berbasis komoditas.

Jika margin pelaku usaha tergerus dan ada risiko penurunan peringkat kredit sektoral meningkat, arus investasi yang selama ini menopang stabilitas eksternal bisa kembali tertahan. 

Saat ini, harga energi masih tinggi di atas rata-rata asumsi APBN, dan sempitnya ruang fiskal, dan beberapa kebijakan domestik cenderung memicu sentimen risk-off bagi investor. 

Di sisi lain, fundamental domestik belum juga memberi ruang bagi penguatan yang sifatnya berkelanjutan. 

Dalam kondisi ini, rupiah cenderung bergerak dalam rentang terbatas di kisaran Rp17.100/US$ hingga Rp17.250/US$. 

Analisis Teknikal

Secara teknikal nilai rupiah berpotensi melanjutkan tren rebound hingga menguat positif pada perdagangan hari ini menuju resistance potensialnya.

Analisis Teknikal Rupiah Selasa 21 April 2026 (Sumber: Bloomberg)

Adapun rupiah berpotensi menguat ke resistance paling potensial pada level Rp17.150/US$, dan juga kembali menembus Rp17.100/US$ sebagai level optimis penguatan rupiah dalam tren jangka pendek harian dengan time frame daily.

Jika nantinya nilai rupiah berhasil menguat hingga Rp17.100/US$ tercapai, ada potensi untuk melanjutkan tren penguatan menembus Rp17.000/US$.

Nilai rupiah memiliki level support psikologis pada level Rp17.200/US$. Apabila level ini berhasil break, maka mengonfirmasi laju support selanjutnya pada level Rp17.400/US$.

(riset/aji)

No more pages