Logo Bloomberg Technoz

Nilai tersebut juga mencerminkan premi signifikan, sekitar 141,2% di atas rata-rata harga tertinggi saham dalam 90 hari sebelum pengumuman rencana RUPSLB. 

Perseroan menjelaskan, langkah go private diambil seiring perubahan strategi dalam grup Digital Edge, termasuk penguatan integrasi bisnis pusat data regional serta kebutuhan fleksibilitas lebih besar dalam pengambilan keputusan.

Selain itu, saham EDGE dinilai memiliki likuiditas rendah di pasar, sehingga fungsi bursa sebagai sarana exit bagi investor publik menjadi kurang optimal. 

Jika rencana ini disetujui, EDGE akan berubah status menjadi perusahaan tertutup. Konsekuensinya, pemegang saham publik yang tidak mengikuti tender offer akan tetap memegang saham, namun tidak lagi dapat memperdagangkannya di bursa. 

Sebelumnya, perdagangan saham EDGE telah disuspensi oleh BEI sejak 10 Februari 2026 atas permintaan perseroan terkait proses go private tersebut.

Sebagai informasi, EDGE merupakan perusahaan pusat data yang melantai di bursa pada 8 Februari 2021 dengan penawaran perdana seharga Rp7.375 per saham dengan menawarkan 80,81 juta saham (20% kepemilikan).

Dengan aksi tersebut, perusahaan memperoleh dana segar sebesar Rp595,97 miliar.

(fik/naw)

No more pages