Logo Bloomberg Technoz

Perempuan 3 Kali Berisiko Tergusur AI di Dunia Kerja

Merinda Faradianti
20 April 2026 14:06

Ilustrasi perkembangan AI dan ambisinya mengalahkan kecerdasan manusia. (dok: Bloomberg)
Ilustrasi perkembangan AI dan ambisinya mengalahkan kecerdasan manusia. (dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aktris Hollywood, Reese Witherspoon menyebutkan, perempuan berisiko lebih besar terdampak disrupsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Bahkan, perempuan tiga kali lebih mungkin tergantikan dibanding laki-laki jika tidak segera beradaptasi dengan teknologi tersebut.

Dalam pernyataannya sebagaimana dikutip Senin (20/4/2026), Witherspoon menyoroti rendahnya tingkat adopsi AI di kalangan perempuan. Dirinya mengisahkan pengalamannya saat berbicara dengan sekelompok perempuan terkait penggunaan teknologi tersebut.

Witherspoon mengungkap, dari 10 perempuan yang ada dalam klub bukunya hanya tiga yang menggunakan AI dan hanya satu orang yang benar-benar menggunakannya dengan baik.

“Jika tiga dari 10 perempuan adalah satu-satunya yang menggunakan AI, itu berarti 70% dari kelompok itu tidak mengikuti AI. Jika Anda tidak mendapatkan sedikit pemahaman dari awal soal teknologi, itu hanya mempercepat melewati Anda. Jadi Anda harus memiliki sedikit pembelajaran hanya untuk mengetahuinya,” kata Witherspoon.

Witherspoon menegaskan bahwa kesenjangan pemahaman ini dapat berdampak serius terhadap posisi perempuan di dunia kerja, terutama di tengah percepatan adopsi teknologi.

Menurutnya, banyak pekerjaan yang selama ini diisi perempuan berada pada kategori yang lebih rentan terhadap otomatisasi, seperti pekerjaan administratif dan berbasis perkantoran.

Reese Witherspoon, aktris Hollywood dan pendiri Hello Sunshine. dok: Alisha Jucevic/Bloomberg

Selain itu, Witherspoon juga menyoroti adanya kesenjangan penggunaan teknologi antara laki-laki dan perempuan, yang berpotensi memperlebar dampak ketimpangan di masa depan. “Kita harus mulai belajar tentang teknologi ini sekarang juga,” tegasnya.

Berdasarkan laporan Organisasi Buruh Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa dan Lembaga Penelitian Nasional Polandia di tahun 2025 menemukan bahwa 9,6% pekerjaan yang secara tradisional dipegang oleh perempuan seperti administrasi, kemungkinan akan digantikan AI di tahun-tahun mendatang. Sedangkan pekerjaan tradisional yang dipegang pria hanya berkisar 3,5%.

Witherspoon pun mendorong perempuan untuk lebih aktif mempelajari dan memanfaatkan AI agar tidak tertinggal dalam perubahan besar yang sedang berlangsung, dilansir dari laporan Fox News. “Ini akan mengubah cara kita bekerja, dan kita harus siap,” tutupnya.