Logo Bloomberg Technoz

AI Bisa Jadi Debt Collector, Efektif Sekaligus Tebar Ancaman

Merinda Faradianti
01 June 2026 20:30

Ilustrasi pameran teknologi AI. Sebuah Industri Manufaktur Hannover Messe 2026. dok: Bloomberg
Ilustrasi pameran teknologi AI. Sebuah Industri Manufaktur Hannover Messe 2026. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kecerdasan buatan (AI) mulai mengambil alih salah satu pekerjaan yang selama ini paling dibenci banyak orang, yakni penagihan utang.

Sejumlah perusahaan teknologi dan agen penagihan di Amerika Serikat mulai menggunakan agen AI untuk menelepon, mengirim pesan teks, hingga email kepada nasabah yang memiliki tunggakan pembayaran.

Perusahaan penagihan utang mengadopsi AI karena diklaim mampu bekerja tanpa henti, menangani ribuan percakapan secara bersamaan, dan menekan biaya operasional. Salah satu contoh, bot bernama Eve yang menghubungi debitur layaknya petugas penagihan manusia, mengutip laporanWIRED, Senin (1/6/2026).


Dalam salah satu kasus, seorang warga Portland yang menggunakan nama samaran Ben menerima telepon dari Eve terkait utang US$266 kepada mantan pemilik rumah kontrakannya.

Meski utang tersebut sebenarnya telah diselesaikan beberapa bulan sebelumnya, AI tersebut tetap melakukan penagihan hingga akhirnya kasus diklarifikasi oleh petugas manusia.