Logo Bloomberg Technoz

Saat Semua Berlomba Hadirkan Software Desain Berbasis AI Canggih

Merinda Faradianti
20 April 2026 13:25

Ilustrasi Anthropic Canva Adobe Berlomba Hadirkan AI di Software Desain (Diolah)
Ilustrasi Anthropic Canva Adobe Berlomba Hadirkan AI di Software Desain (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Persaingan pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk desain kain memanas, usai Anthropic, Canva, dan  Adobe meluncurkan inovasi terbaru yang sama-sama mendorong otomatisasi proses kreatif berbasis perintah teks.

Startup Anthropic, sosok dibalik model AI Claude, memperkenalkan Claude Design melalui Anthropic Labs. Laboratorium yang hadir bulan Januari lalu merupakan tim yang berfokus pada inkubasi produk eksperimental di batas kemampuan Claude. 

Perusahaan mengeklaim Claude Design dapat membantu pengguna menghasilkan berbagai output desain seperti prototipe, dokumen visual, hingga materi presentasi hanya dari instruksi teks. 

Teknologi ini hadir untuk menyederhanakan proses kreatif, termasuk bagi pengguna tanpa latar belakang desain, dikutip dari laman resmi Anthropic, Senin (20/4/2026).

“Claude Design membantu mengubah ide menjadi artefak desain dengan cepat, langsung dari deskripsi berbasis teks,” kata Anthropic. 

Claude Design membaca basis kode dan file desain, di mana setiap proyek menggunakan warna, tipografi, dan komponen yang dimasukkan secara otomatis. Pengguna dapat mengoreksi dan mengedit teks secara langsung atau menggunakan tombol penyesuaian untuk mengubah spasi, warna dan tata letak secara langsung.

Pekan lalu diketahui Canva juga meluncurkan Canva AI 2.0, yang mengubah cara kerja kreatif dari semula berbasis tools manual menjadi percakapan atau prompt. Tak hanya itu, Canva juga menegaskan keberlanjutan kerja sama lebih serius dengan Anthropic dalam hal Design Engine dan Visual Suite Canva.

Dengan semakin ekspansinya perusahaan asal Sydney, Australia, tersebut pada seluruh ekosistem AI maka pengguna diklaim memperoleh “berbagai artefak dari platform AI terkemuka, termasuk Claude dan ChatGPT, langsung ke Canva,” jelas perusahaan dalam keterangan resmi.

“Dari sana, konten tersebut dapat langsung diedit dan dikolaborasikan menggunakan editor drag-and-drop khas Canva, serta dipublikasikan sebagai situs web yang berfungsi penuh hanya dalam beberapa klik.”

Karyawan Canva mengenakan kaos di Sydney, Australia. Perusahaan terus kembangkan AI dalam layanan desain berbasis website. Brendon Thorne/Bloomberg

Di sisi lain, Adobe belum lama meluncurkan Firefly AI Assistant, sebuah asisten berbasis AI yang dirancang untuk mendukung alur kerja kreatif lintas aplikasi dalam ekosistemnya. Adobe menyebut teknologi ini sebagai creative agent yang dapat membantu pengguna menyelesaikan tugas kompleks melalui interaksi percakapan.

“Firefly AI Assistant dirancang untuk mendukung workflow kreatif lintas aplikasi dan membantu pengguna mewujudkan ide mereka lebih cepat,” tulis Adobe dalam laporannya.

Teknologi ini diatur untuk memasuki beta publik dan terintegrasi dengan tool termasuk Photoshop, Premiere Pro, Lightroom, Illustrator, dan Adobe Express. Asisten AI memungkinkan pengguna untuk menghasilkan dan mengedit konten melalui petunjuk sambil mengatur alur kerja multi-langkah di seluruh aplikasi.

Hal itu dapat menyarankan tindakan, menjalankan tugas, dan mengadaptasi kontrol secara dinamis berdasarkan proyek, sambil memungkinkan pengguna untuk campur tangan pada tahap apa pun. Adobe mengindikasikan bahwa sistem akan mempelajari preferensi pengguna dari waktu ke waktu untuk meningkatkan rekomendasi.