PDIP Kritik Pemerintah Soal Kenaikkan Harga BBM Non Subsidi
Dovana Hasiana
19 April 2026 17:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PDIP Mufti Anam mengkritik keputusan pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM)nonsubsidi secara tiba-tiba. Dia pun menyoroti kenaikan harga yang dinilai terlalu tinggi.
“Lagi-lagi Pertamina menaikkan harga BBM tanpa ancang-ancang, dan kenaikannya pun sekarang cukup signifikan. Kebijakan ini pastinya sangat memberatkan rakyat,” kata Mufti Anam dikutip dari Laman DPR, Ahad (19/04/2026).
Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex sejak 18 April lalu. Kenaikan harga tersebut dilakukan tanpa ada informasi atau sosialisasi kepada masyarakat.
Harga BBM Pertamax Turbo dengan RON 98 melonjak tajam dari Rp 13.100 per liter menjadi Rp 19.400 per liter. Kenaikan juga dialami Dexlite dari Rp 14.200 per liter menjadi Rp 23.600 per liter. Hal yang sama juga terjadi pada harga Pertamina DEX yang melesat dari Rp 14.500 per liter menjadi Rp 23.900 per liter.
Mufti menilai kebijakan harga BBM nonsubsidi ini sebuah kemunduran Pemerintah yang sebelumnya berani menahan harga BBM dan LPG Subsidi hingga akhir tahun. Akan tetapi, dengan alasan yang sama yaitu gejolak geopolitik global, pemerintah kini justru melambungkan harga BBM non subsidi secara tiba-tiba.



























