Logo Bloomberg Technoz

Pasar Memori NAND Melonjak Tembus Rp824 Triliun karena Efek AI

Merinda Faradianti
03 June 2026 20:00

Ilustrasi memori berjenis NAND flash. dok: Bloomberg
Ilustrasi memori berjenis NAND flash. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laporan terbaru Counterpoint Research, menyebutkan terjadi lonjakan signifikan pada pasar memori NAND flash global pada kuartal pertama 2026, lantaran didorong oleh lonjakan permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Pendapatan industri NAND flash mencapai US$46 miliar (setara Rp824 triliun dengan asumsi kurs Rp17.900) pada periode tersebut. Nilai itu hampir dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya dan melonjak 3,5 kali dibandingkan periode yang sama tahun lalu, berdasarkan laporan yang sama, dikutip Rabu (3/6/2026).

Counterpoint mencatat bahwa pertumbuhan ini sejalan dengan kenaikan harga sensasional yang sebelumnya terjadi di pasar memori DRAM. Analis menilai, ekspansi pusat data AI dan transisi menuju sistem Agentic AI menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan permintaan NAND flash.

Segmen enterprise solid-state drive (eSSD) yang digunakan pada server kini menyumbang 43% dari total pasar NAND global pada kuartal pertama 2026 dan diperkirakan melampaui 60% pada akhir tahun.

Besarnya pertumbuhan tersebut tercermin dari fakta bahwa pendapatan pasar NAND pada kuartal pertama 2026 saja telah melampaui total pendapatan industri sepanjang 2023.

Dalam persaingan produsen, Samsung Electronics tetap mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar dengan pangsa 29%. Sementara itu, perebutan posisi ketiga berlangsung ketat antara Kioxia, Micron Technology, SanDisk, dan Yangtze Memory Technologies Co. (YMTC), yang masing-masing menikmati permintaan pasar yang kuat.

Performa paling mencolok datang dari YMTC. Produsen memori asal China tersebut mencatat pertumbuhan pendapatan hampir 445% secara tahunan. Pangsa pasarnya melonjak dari 8% pada kuartal pertama 2025 menjadi 13% pada kuartal pertama 2026.

Kenaikan tersebut didorong oleh tingginya permintaan dari produsen perangkat domestik China serta kenaikan harga akibat keterbatasan pasokan di pasar global. Selain mencatat pertumbuhan pesat, YMTC kini juga tengah mempersiapkan langkah strategis berikutnya melalui rencana penawaran umum perdana saham (IPO) di pasar modal China. 

Langkah tersebut mengikuti jejak ChangXin Memory Technologies (CXMT), yang sebelumnya juga dikabarkan mempertimbangkan jalur serupa.

Menurut Counterpoint, keberhasilan IPO berpotensi memberikan suntikan modal besar sekaligus meningkatkan kredibilitas YMTC di pasar global. Research Director Counterpoint Research, MS Hwang menilai tambahan modal dari IPO dapat menjadi katalis penting bagi ekspansi perusahaan.

“Jika YMTC berhasil memperoleh tambahan modal melalui IPO ini, perusahaan akan memiliki sumber daya yang cukup untuk memperbesar kapasitas operasionalnya. Dalam skenario tersebut, kami memperkirakan YMTC akan melampaui Kioxia dan Micron, serta memperlebar jarak untuk menjadi pemain NAND terbesar ketiga di dunia,” ungkap Hwang.

Pemain di sektor memori NAND flash, Samsung masih memimpin. dok: Counterpoint