Pasukan UNIFIL Kembali Diserang, Tentara Prancis Tewas
Dovana Hasiana
19 April 2026 16:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kembali terdampak perang antara Israel vs Hizbullah di Lebanon Selatan. Kali ini, serangan yang menyasar anggota UNIFIL menyebabkan satu anggota militer Prancis meninggal dunia; dan tiga lainnya mengalami luka-luka.
Kementerian Luar Negeri pun mengungkap rasa simpati dan belasungkawa Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Prancis dan PBB. Pemerintah juga mengecam serangan antara Israel dan Hizbullah yang kembali menyasar UNIFIL.
"Serangan yang terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari merupakan hal yang tidak dapat diterima. Seluruh pihak harus menahan diri, menghormati kedaulatan negara dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional," tulis Kemlu dalam keterangan resmi, Ahad (19/04/2026).
"Negosiasi yang tengah berlangsung dan gencatan senjata harus dihormati sepenuhnya, serta tidak dilanggar dengan tindakan kekerasan yang akan berisiko memperburuk eskalasi dan membahayakan keselamatan personel di lapangan."
Pemerintah Indonesia, kata Kemlu, pun terus menyampaikan kekhawatiran terhadap terus adanya serangan yang menyasar UNIFIL di Lebanon Selatan. Padahal, pasukan pemelihara keamanan tidak boleh menjadi sasaran serangan.



























