Logo Bloomberg Technoz

“Kemarin masyarakat ditenangkan dengan narasi bahwa harga BBM tidak akan naik. Rakyat diminta percaya, diminta tenang. Baru saja masyarakat menyambut dengan sukacita,” kata dia. “Tiba-tiba harga BBM melonjak sangat tajam, tanpa kesiapan, tanpa empati, tanpa komunikasi”

Menurut dia, masyarakat sebenarnya sudah memprediksi atau khawatir akan terjadi kenaikan harga BBM usai perang di kawasan Timur Tengah turun berdampak pada produksi dan alur distribusi minyak mentah. Namun, masyarakat sudah lebih dulu tenang usai pemerintah percaya diri mampu menahan harga BBM atau tak naik.

“Ternyata Pemerintah benar-benar PHP (pemberi harapan palsu) kepada rakyat,” ujar dia.

Toh, kata dia, keputusan menaikkan harga BBM non subsidi dengan asumsi menyasar kalangan menengah ke atas tak tepat. Kenaikan BBM, menurut dia, akan turut menimbulkan efek pada setiap kelompok ekonomi. 

Selain itu, Mufti mengatakan, sejumlah daerah justru kesulitan mendapatkan BBM Bersubsidi. Kini, mereka hanya bisa mengakses BBM non subsidi yang harganya sudah melonjak sangat tinggi.

“Di banyak daerah, rakyat harus antre panjang, bahkan pulang dengan tangan kosong karena stok  BBM subsidi habis. Dalam kondisi seperti itu, mereka dipaksa membeli BBM nonsubsidi. Dan hari ini, justru BBM nonsubsidi harganya dinaikkan secara ugal-ugalan,” kata anggota DPR dari Dapil Jawa Timur II tersebut.

Hal ini membuat dia meminta pemerintah untuk memastikan ketersediaan BBM bersubsidi untuk seluruh wilayah di Indonesia. Pemerintah dan Pertamina, kata dia, juga harus segera melakukan penyesuaian harga saat konflik Timur Tengah mulai reda dan distribusi minyak mentah mulai pulih.

(dov/frg)

No more pages