AS Serang Balik Pusat Komando Iran, Gencatan Senjata Kian Rapuh
News
03 June 2026 12:40

Kate Sullivan, Magdalena Del Valle dan Jon Herskovitz - Bloomberg News
Bloomberg, Pasukan militer Amerika Serikat (AS) berhasil mencegat serangkaian rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) milik Iran yang ditargetkan ke negara-negara tetangga di Timur Tengah. Sebagai respons, AS langsung menggempur pusat komando di Republik Islam tersebut, yang menandai gejolak terbaru dalam menguji rapuhnya gencatan senjata di kawasan tersebut.
Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa Iran meluncurkan beberapa rudal balistik ke sejumlah negara, termasuk Kuwait dan Bahrain, pada hari Selasa (2/6). Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menegaskan bahwa sebagian rudal berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara AS dan Bahrain, sehingga tidak ada satu pun proyektil yang mengenai sasaran.
Selain rudal, pasukan AS juga melumpuhkan gelombang serangan drone tambahan yang mencoba menyasar pangkalan militer Amerika di Kuwait. CENTCOM memastikan tidak ada personel maupun aset AS yang terluka atau rusak. Sebagai tindakan balas dendam, AS menghantam stasiun kendali darat militer Iran di Pulau Qeshm, di mana CENTCOM menyebut serangan balasan tersebut sebagai tindakan murni untuk membela diri.
Aksi saling serang ini mencuat setelah militer Israel mengintensifkan serangan terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon dalam beberapa hari terakhir. Situasi ini memicu komunikasi telepon antara Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Namun, kedua pemimpin memberikan keterangan berbeda mengenai apa yang telah disepakati—di mana Trump awalnya mengisyaratkan adanya gencatan senjata yang lebih luas daripada yang bersedia dinyatakan oleh Netanyahu.






























