IPO SpaceX US$75 Miliar, Berpotensi Jadi Pemegang Rekor Terbesar
Redaksi
03 June 2026 21:00

Bloomberg, SpaceX berencana menjual 555,6 juta saham dengan harga US$135 per saham dalam penawaran umum perdana (IPO) senilai US$75 miliar atau sekitar Rp1.344 triliun. Hal ini berpotensi menjadi IPO terbesar dalam sejarah, menurut laporan Reuters yang mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Laporan itu menunjukkan bahwa SpaceX mengambil langkah yang berbeda dari proses IPO tradisional. Umumnya, perusahaan akan mengumumkan kisaran harga saham terlebih dahulu sebelum memasarkan saham kepada investor melalui rangkaian roadshow. SpaceX belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait laporan tersebut.
IPO SpaceX menjadi salah satu pencatatan saham yang paling dinantikan di dunia. Langkah perusahaan yang bergerak cepat menuju pasar modal setelah mengajukan dokumen secara rahasia pada Maret dan kemudian secara publik bulan lalu terjadi ketika investor juga memantau potensi IPO dari sejumlah perusahaan teknologi besar lainnya.
Pesaing di bidang kecerdasan buatan seperti OpenAI dan Anthropic juga disebut tengah mempersiapkan pencatatan saham mereka sendiri. Sementara itu, Alphabet, yang memiliki bisnis model bahasa besar (LLM) dan infrastruktur AI, mengumumkan rencana penawaran saham senilai US$80 miliar pada Senin.
Jika terealisasi, IPO SpaceX akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, melampaui lebih dari dua kali lipat dana US$29,4 miliar yang dihimpun oleh Saudi Aramco saat melantai di bursa pada 2019.
Perusahaan roket, satelit, dan AI milik Elon Musk itu diperkirakan akan mengumumkan rincian resmi penawaran saham paling cepat pada Rabu, memulai pemasaran formal pada 4 Juni, dan menetapkan harga saham pada 11 Juni, menurut laporan Bloomberg News sebelumnya. Namun jadwal tersebut masih dapat berubah beberapa hari.
Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa SpaceX menargetkan valuasi setidaknya US$1,8 triliun dalam IPO tersebut. Sementara Reuters menyebut target valuasi perusahaan berada di kisaran US$1,75 triliun.
“Mungkin cukup sulit mencapai valuasi yang mereka inginkan bahkan dengan asumsi kelipatan valuasi yang sangat murah hati,” kata Vey-Sern Ling. “Namun kondisi pasar saat ini sangat mendukung sektor teknologi dan pasar selama ini cenderung memberikan kepercayaan besar kepada Elon Musk.”
Sejumlah bank investasi besar memimpin proses IPO tersebut, termasuk Goldman Sachs, Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup, dan JPMorgan Chase, bersama 18 bank lainnya.
Perusahaan yang secara resmi bernama Space Exploration Technologies Corp. itu berencana mencatatkan sahamnya di bursa Nasdaq dan Nasdaq Texas dengan kode saham SPCX.
Meski SpaceX disebut tengah menegosiasikan biaya jasa yang sangat rendah kepada bank-bank Wall Street, lembaga keuangan tersebut diperkirakan tetap akan memperoleh pendapatan sekitar US$500 juta dari transaksi IPO ini.
Lebih dari 1.000 karyawan aktif maupun mantan karyawan SpaceX juga dilaporkan bekerja sama untuk mendapatkan akses ke penasihat keuangan dan produk perencanaan pajak dengan biaya lebih murah menjelang IPO. Langkah itu berpotensi mengubah banyak dari mereka menjadi jutawan baru setelah perusahaan melantai di bursa.






























