Logo Bloomberg Technoz

“BTN lebih sensitif terhadap suku bunga, bukan nilai tukar. Currency bisa berdampak ke bunga, tapi kapannya tidak ada yang tahu,” ujar Nixon.

Artinya, bagi masyarakat, naik-turunnya cicilan rumah lebih ditentukan oleh kebijakan bunga kredit ketimbang fluktuasi rupiah semata. Jika bunga naik, cicilan berpotensi ikut terdorong.

Sementara itu, pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi berbagai sentimen global, mulai dari proyeksi perlambatan ekonomi hingga ketegangan geopolitik yang mendorong investor beralih ke aset aman seperti dolar AS. 

Di tingkat industri, Nixon menilai perbankan sudah mengantisipasi gejolak tersebut. Setiap bank, kata dia, memiliki perhitungan risiko dan skenario uji ketahanan.

“Tiap bank pasti sudah mengantisipasi. Mereka punya stress test,” ungkapnya. 

Pada pembukaan perdagangan offshore hari ini rupiah dibuka stagnan dengan perubahan 0,01% ke Rp17.163/US$, tak berselang lama rupiah melorot 0,18% ke titik terendahnya di level Rp17.192/US$. Pada 07.15 WIB, rupiah menyisakan pelemahan 0,05% ke posisi Rp17.172/US$.

Sementara rupiah menguat terbatas di pasar spot, dengan perubahan ke posisi Rp17.138/US$ pada pembukaan perdagangan hari ini.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama masih melemah dan berada di level 98. Begitu juga dengan harga minyak mentah kembali sedikit melunak di US$94,5 per barel. Pelemahan ini praktis dimanfaatkan oleh mata uang Asia untuk rebound

Di kawasan, penguatan dipimpin oleh baht Thailand, dolar Taiwan, dan ringgit Malaysia, kemudian yen Jepang, peso Filipina hingga won Korea Selatan. 

Akan tetapi, sepertinya penguatan yang terjadi pada rupiah hari ini bersifat sementara dan belum menunjukkan perubahan tren yang signifikan. Depresiasi rupiah masih bisa berlanjut di rentang sempit Rp17.150/US$ hingga Rp17.270/US$. 

(lav)

No more pages