Logo Bloomberg Technoz

Konflik yang dipicu oleh serangan udara AS dan Israel pada 28 Februari lalu telah melumpuhkan infrastruktur dan kekuatan militer Iran. Namun, serangan balasan Teheran juga memberikan dampak signifikan bagi Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah memicu lonjakan harga energi dunia, yang secara politik mulai menyudutkan posisi Trump.

Meski ada harapan damai, masalah mendasar antara kedua negara tetap sulit diselesaikan. Iran bersikeras memiliki hak untuk memperkaya uranium demi tujuan sipil. Sebaliknya, Trump menuntut pelarangan total guna mencegah Iran membangun senjata nuklir. AS dan Israel bahkan mendesak agar cadangan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran diserahkan atau dihancurkan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan kepada wartawan pada Rabu (15/4) bahwa hak penggunaan energi nuklir damai negaranya "tidak dapat dicabut," meski ia menambahkan bahwa level dan jenis pengayaan uranium masih "bisa dirundingkan."

Di pihak lain, belum jelas apakah Israel mendukung perpanjangan gencatan senjata ini, meski sebelumnya mereka menyatakan akan mengikuti jejak Washington. Seorang pejabat Israel menyebut pemahaman pemerintah saat ini adalah AS dan Iran memang akan memperpanjang jeda tempur demi kelanjutan negosiasi.

Sementara itu, kabinet keamanan Israel dijadwalkan bertemu pada Rabu malam untuk membahas kemungkinan gencatan senjata di Lebanon, tempat mereka menghadapi perang paralel melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Hingga saat ini, Selat Hormuz—jalur bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia—masih tertutup secara efektif. Blokade AS terhadap kapal-kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran sejak Senin lalu dikritik keras oleh Teheran, yang menganggap langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata 7 April. Gencatan senjata tersebut tidak mencakup konflik yang terjadi di Lebanon.

Sebelumnya, upaya perdamaian sempat dilakukan lewat pertemuan Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu malam. Namun, pertemuan tersebut berakhir tanpa membuahkan kesepakatan.

(mar)

No more pages