Aktivitas Manufaktur RI Ekspansi Lagi, Tapi Belum Terlalu Bertaji
Hidayat Setiaji
02 June 2026 07:52

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aktivitas manufaktur Indonesia bangkit pada Mei. Setelah April masuk zona kontraksi, aktivitas manufaktur Tanah Air sudah kembali ke fase ekspansi bulan lalu, meski belum signifikan.
Pada Selasa (2/6/2026), S&P Global mengumumkan aktivitas manufaktur Indonesia yang diukur dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) pada Mei berada di 50. Naik dari posisi April yang sebesar 49,1.
Skor 50 adalah ambang batas zona ekspansi. Jadi, aktivitas manufaktur Nusantara masih sekadar berada di ambang batas, belum terlalu beringas.
Pada Mei, industriawan masih dilanda kesulitan. Biaya operasional naik dengan laju tercepat kedua sepanjang sejarah pencatatan. Dunia usaha menilai hal ini bisa berdampak kepada penurunan produksi.
Harga bahan baku juga makin mahal, yang kemudian mempengaruhi volume produksi. Meski demikian, permintaan tetap solid yang didukung pasar domestik karena pasar ekspor mengalami penurunan yang makin dalam.
































