Ketidakpastian Dialog Damai AS-Iran Tahan Pergerakan Harga Minyak
News
02 June 2026 07:10

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak dunia bergerak stabil setelah mencatatkan lonjakan terbesar dalam sebulan terakhir. Situasi ini dipicu oleh ketidakpastian seputar kelanjutan perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang meningkatkan risiko terhambatnya aliran energi dari Teluk Persia dalam jangka waktu yang lebih lama.
Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$92 per barel setelah melonjak lebih dari 5% pada sesi sebelumnya, sementara jenis Brent ditutup tepat di bawah level US$95. Harga minyak sempat melonjak tajam pada hari Senin (1/6) menyusul laporan bahwa Teheran menghentikan pembicaraan dengan Washington sebagai bentuk protes atas serangan Israel di Lebanon. Namun, kenaikan tersebut sedikit tertahan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi masih berjalan.
Trump menyampaikan bahwa nota kesepahaman (memorandum of understanding) dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz kemungkinan dapat tercapai dalam minggu depan. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara telepon dengan ABC News. Meski demikian, ia menambahkan bahwa AS masih harus "menyelesaikan beberapa poin lagi" sebelum kesepakatan dapat tercapai.
Ketidakjelasan mengenai perpanjangan gencatan senjata saat ini serta masa depan distribusi energi melalui Selat Hormuz terus mengguncang harga minyak. Padahal pada bulan lalu, harga minyak sempat turun karena pasar optimistis kesepakatan akan tercapai. Di sisi lain, laporan dari kantor berita semi-pemerintah Iran, Tasnim, menyebutkan bahwa Teheran bersama kelompok proksi regionalnya telah memasukkan rencana penutupan total Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb—yang merupakan rute alternatif krusial bagi ekspor minyak—ke dalam agenda mereka.
































