Logo Bloomberg Technoz

Inflasi Mei 2026 Tembus 3,08% (YoY), Akibat Beras hingga Emas

Mis Fransiska Dewi
02 June 2026 11:28

Emas Perhiasan & Rokok Penyumbang Inflasi Terbesar Sepanjang 2024 (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)
Emas Perhiasan & Rokok Penyumbang Inflasi Terbesar Sepanjang 2024 (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Mei 2026 tercatat 3,08% secara tahunan (year-on-year/yoy). IHK dari 108,07 pada Mei 2025 menjadi 111,4 pada Mei 2026.

Angka ini jauh lebih tinggi dibanding proyeksi konsensus yang memperkirakan inflasi Mei 2026 hanya akan mencapai 2,94% (yoy). Angka itu juga lebih tinggi ketimbang realisasi inflasi pada April yang sebesar 2,42%.

Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyebutkan, berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 4,94% dan memberi andil inflasi 1,43%.


"Komoditas dengan andil inflasi terbesar ialah ikan segar, beras, daging ayam ras, minyak goreng, cabai rawit, sigaret kretek mesin, dan cabai merah," kata Pudji dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).

Kelompok pengeluaran lain yang memberi inflasi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni mengalami inflasi mencapai 10,35% dan memberi andil 0,7%.