Logo Bloomberg Technoz

Makin Sempit, Neraca Dagang April 2026 'Cuma' Surplus US$89 Juta

Mis Fransiska Dewi
02 June 2026 11:51

Kondisi neraca dagang Indonesia pada 2026 (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Kondisi neraca dagang Indonesia pada 2026 (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$89,1 juta pada April 2026. Artinya, Indonesia mengalami surplus dagang selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Kendati demikian, angka ini jauh lebih sedikit ketimbang surplus pada Maret 2026 yang mencapai US$3,32 miliar. Realisasi surplus dagang April ini juga jauh lebih rendah dibanding proyeksi konsensus Bloomberg menghasilkan median perkiraan surplus perdagangan April sebesar US$1,31 miliar.

Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan surplus neraca perdagangan kali ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas yakni sebesar US$3,53 miliar.


Komoditas penyumbang surplus utama yaitu: Lemak atau minyak hewani/nabati, termasuk minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO), bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

"Pada saat yang sama, neraca komoditas migas tercatat defisit US$3,44 miliar dengan komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah, hasil minyak, dan gas alam," kata Pudji dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).