Menanti Data Inflasi Mei yang Bakal Rilis Selasa 2 Juni 2026
Andrean Kristianto
01 June 2026 19:01
Bloomberg Technoz, Jakarta -Laju inflasi Indonesia pada Mei diperkirakan mengalami akselerasi. Sepertinya dampak perang di Timur Tengah makin terasa di perekonomian global, tidak terkecuali Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data inflasi Mei pada esok hari, Selasa (2/6/2026). Konsensus Bloomberg yang melibatkan 14 analis/ekonom hingga Senin (1/6/2026) pagi menghasilkan median proyeksi inflasi Mei sebesar 2,94% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Baca Juga
Jika terwujud, maka akan lebih tinggi ketimbang April yang sebesar 2,42%.
Harga pangan sepertinya menjadi pendongkrak inflasi. Mengutip laporan Organisasi Pangan Dunia (FAO), indeks harga pangan dunia pada April berada di 130,7. Naik 2,1 poin dari bulan sebelumnya.
Indeks ini pun resmi naik tiga bulan beruntun. Catatan April menjadi yang tertinggi sejak Februari 2023 atau lebih dari tiga tahun terakhir.
“Meski ada krisis di Selat Hormuz, harga serealia hanya naik secara moderat hingga sejauh ini. Namun harga minyak nabati yang mengalami kenaikan lebih tinggi, mengikuti kenaikan harga minyak mentah,” sebut Kepala Ekonom FAO Maximo Torero dalam keterangan tertulis.
Sementara Bloomberg News melaporkan harga beras di Asia pada Mei mengalami kenaikan bulanan tertinggi dalam hampir 20 tahun terakhir. Beras putih Thailand, yang menjadi acuan, meroket 20% bulan lalu, kenaikan bulanan tertinggi sejak 2008.
Kenaikan harga beras tidak lepas dari lonjakan harga pupuk akibat penutupan Selat Hormuz. Para petani di Asia harus membayar biaya produksi yang lebih tinggi.
Sejak perang di Timur Tengah meletus pada akhir Februari lalu, harga pupuk nitrogen naik 40-50%, menurut catatan International Rice Research Institute.
Meski inflasi diperkirakan bakal meninggi secara tahunan, tetapi tidak dengan inflasi bulanan. Konsensus Bloombergmenghasilkan median proyeksi inflasi Mei sebesar 0,12% secara bulanan (month-to-month/mtm).
Jika terwujud, maka sedikit melambat dibandingkan April yang sebesar 0.13% mtm.
Untuk inflasi inti (core), konsensus Bloomberg menghasilkan median proyeksi 2,5% yoy untuk Mei. Kembali terakselerasi dibandingkan April yang sebesar 2.44% yoy.
(aji/wep)





















