Logo Bloomberg Technoz

Eskalasi Militer Israel di Lebanon, DK PBB Gelar Sidang Darurat

Redaksi
02 June 2026 07:30

Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB. (Dok Bloomberg)
Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB. (Dok Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dewan Keamanan PBB (DK PBB) menggelar sidang darurat atas permintaan Prancis menyusul eskalasi militer yang kian memanas di Lebanon selatan. Pasukan Israel dilaporkan telah melakukan inkursi terjauh mereka ke wilayah Lebanon sejak penarikan mundur pasukan pada tahun 2000, termasuk merebut kawasan strategis Benteng Beaufort di dekat Nabatiyeh. Sementara itu, serangan di dekat sebuah rumah sakit di Tyre dilaporkan melukai sejumlah staf medis.

"Situasi di Lebanon saat ini sangat mengkhawatirkan," ujar Martha Ama Akyaa Pobee, Asisten Sekretaris Jenderal PBB urusan Politik, Pembangunan Perdamaian, dan Operasi Perdamaian seperti dikutip dari situs resmi PBB pada Selasa (2/6). Ia menyoroti pergerakan pasukan darat Israel yang terus merangsek ke utara wilayah Lebanon, bersamaan dengan intensifikasi serangan Hizbullah yang menjangkau lebih dalam ke wilayah Israel.

Pobee memaparkan bahwa operasi militer Israel baru-baru ini mencakup perebutan Benteng Beaufort, pergerakan pasukan ke utara Sungai Litani di area "segitiga Yohmor", serta peningkatan serangan udara di sepanjang Lebanon selatan, Lembah Beqaa, hingga pinggiran ibu kota Beirut. Israel juga mengeluarkan "peringatan darurat" massal agar warga sipil segera mengevakuasi diri dari wilayah selatan Sungai Zahrani.


Berdasarkan laporan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), aktivitas militer skala besar terjadi di utara Garis Biru (Blue Line). Tercatat ada 992 lintasan proyektil dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada 30 Mei lalu—angka tertinggi sejak kesepakatan penghentian permusuhan pada 17 April.

Di sisi lain, Hizbullah terus meluncurkan puluhan roket, rudal pandu antipanduan tank, dan pesawat nirawak (drone). Termasuk di antaranya drone berbasis serat optik yang kian mematikan. Kelompok tersebut juga menggunakan rudal darat-ke-udara serta bom rakitan (IED) untuk melawan tentara dan aset Israel di dalam wilayah Lebanon, sembari meningkatkan serangan lebih dalam ke Israel dalam beberapa hari terakhir.