Bursa Saham Asia Turun dari Rekor Tertinggi Dipicu Isu AS-Iran
News
02 June 2026 09:00

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham di kawasan Asia bergerak melemah dan turun dari rekor tertinggi pada perdagangan Selasa (2/6). Penurunan ini dipicu oleh minimnya kemajuan dalam upaya damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sementara investor mulai mengambil jeda setelah reli pasar yang didorong oleh lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI).
Indeks acuan saham regional MSCI Asia Pasifik merosot 0,6%. Bursa saham Korea Selatan—yang kerap menjadi indikator utama investasi AI global—bergerak fluktuatif antara zona hijau dan zona merah. Minat investor di sektor teknologi terpantau melemah, yang terlihat dari kontrak berjangka (futures) indeks Nasdaq 100 yang tergelincir 0,6% setelah indeks utamanya sempat ditutup pada rekor tertinggi pada perdagangan hari Senin.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent bergerak stabil di kisaran US$95 per barel. Sinyal yang saling bertolak belakang dari Timur Tengah mengaburkan prospek tercapainya kesepakatan damai. Sementara itu, pasar obligasi AS (Treasury) mempertahankan posisi koreksi dari hari Senin karena mandeknya negosiasi memicu kekhawatiran bahwa tingginya biaya energi akan kembali menyulut inflasi. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mendesak bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), untuk menaikkan suku bunga. Imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun kini bertahan di level 4,46%.
Ketidakpastian ini diperparah oleh pernyataan berbeda yang disampaikan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait hasil pembicaraan telepon mengenai pertempuran di Lebanon. Ketidakselarasan pernyataan kedua pemimpin tersebut menjadi contoh terbaru dari simpang siurnya sinyal perdamaian dalam perang yang kini telah memasuki bulan keempat.




























