Perjalanan Ibu Dewi tidak berhenti pada kesuksesan usaha semata. Ia membuktikan bahwa perempuan berdaya mampu memberikan dampak yang jauh lebih luas dari sekadar pertumbuhan ekonomi pribadi dan keluarga. Ibu Dewi kini aktif mengemban amanah sebagai Ketua Bank Sampah Unit (BSU) Kembang, sebuah tanggung jawab sosial yang membuktikan bahwa peran perempuan juga sangat penting dan strategis dalam menggerakkan perubahan sosial di tingkat komunitas.
Ibu Dewi Priyanti mengungkapkan betapa dalamnya rasa haru yang ia rasakan ketika menoleh ke belakang dan menyaksikan perjalanan usahanya yang terus berkembang, terlebih saat ia dipercaya memegang amanah sebagai Ketua Kelompok Bank Sampah. Kepercayaan yang diberikan masyarakat kepadanya bukan hanya mengukuhkan posisinya sebagai pelaku usaha yang berhasil, tetapi juga sebagai pemimpin komunitas yang dihormati dan dipercaya oleh lingkungan sekitarnya.
Baginya, bukan hanya skala usaha yang bertumbuh, tetapi juga kesempatan berharga untuk memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Dari langkah sederhana yang dulu ia mulai dengan penuh ketidakpastian, kini Ibu Dewi dapat melihat dengan jelas bahwa perjuangannya tidak hanya bermanfaat bagi keluarganya sendiri, tetapi juga telah membawa perubahan positif yang dirasakan oleh seluruh komunitas di sekitarnya.
Kisah Ibu Dewi menjadi cerminan nyata dari misi besar PNM dalam memberdayakan perempuan prasejahtera di seluruh pelosok Indonesia. Sekretaris Perusahaan PNM Dodot Patria Ary menyampaikan apresiasinya terhadap perjalanan para nasabah seperti Ibu Dewi yang menjadi bukti hidup efektivitas program pemberdayaan yang dijalankan PNM selama ini.
"Semangat Kartini hari ini terasa dalam perjalanan seperti yang dijalani Ibu Dewi, ketika perempuan berani melangkah, belajar, dan saling menguatkan. Yang tumbuh bukan hanya usahanya, tetapi juga kepercayaan diri dan keberanian untuk memberi dampak bagi sekitarnya. Kami melihat setiap langkah kecil yang konsisten dapat membawa perempuan semakin dekat pada kemandirian dan peran yang lebih luas di masyarakat," ujar Dodot.
Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan PNM bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan penuh komitmen. Ibu Dewi adalah bukti hidup dari keyakinan tersebut, sosok yang membuktikan bahwa keterbatasan modal dan kondisi awal yang sulit bukanlah penghalang bagi perempuan yang bertekat untuk bangkit dan maju.
Melalui berbagai program pemberdayaan yang terus dijalankan dan diperkuat, PNM optimistis dapat terus melahirkan lebih banyak perempuan tangguh seperti Ibu Dewi di berbagai pelosok Indonesia. Program-program ini dirancang untuk memberikan akses pembiayaan, pendampingan intensif, dan pelatihan keterampilan yang komprehensif kepada perempuan prasejahtera. Dengan dukungan menyeluruh tersebut, semakin banyak perempuan yang dapat meraih kemandirian ekonomi sekaligus menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
PNM meyakini bahwa investasi pada pemberdayaan perempuan adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa. Setiap perempuan yang berhasil bangkit dan mandiri secara ekonomi akan membawa efek domino yang luar biasa bagi keluarga, komunitas, dan pada akhirnya bagi perekonomian nasional secara keseluruhan. Kisah Ibu Dewi Priyanti adalah pengingat yang kuat bahwa semangat Kartini tidak pernah padam, ia terus menyala dalam diri setiap perempuan Indonesia yang berani bermimpi dan berjuang untuk mewujudkan mimpi tersebut.
(tim)































