Logo Bloomberg Technoz

Di Hari Kartini, PNM Hadirkan Kisah Nyata Perempuan Berdaya


(Dok. PNM)
(Dok. PNM)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Semangat Kartini bukan hanya milik sejarah, melainkan terus hidup dan bernapas dalam langkah-langkah sederhana perempuan Indonesia masa kini yang berjuang tanpa henti di tengah segala keterbatasan. Perempuan hari ini tidak hanya berani bermimpi besar, tetapi juga mengambil tindakan nyata untuk mengubah nasib diri sendiri, anak-anak mereka, dan seluruh keluarga menuju kehidupan yang lebih baik dan bermartabat. Kisah nyata perjuangan itu terwujud dalam sosok Ibu Dewi Priyanti, perempuan tangguh asal Solo yang memilih merantau ke Jakarta demi memperjuangkan masa depan yang lebih cerah bagi keluarganya.

Perjalanan Ibu Dewi dimulai dari titik paling bawah. Ia memulai segalanya dari nol sebagai penjaga warung kecil yang sederhana, menjalani hari-hari penuh perjuangan dengan modal utama berupa keyakinan teguh yang selalu ia curahkan dalam setiap doa. Tidak ada yang mudah dalam perjalanan tersebut, namun semangat yang membara dalam dirinya tidak pernah padam meskipun tantangan datang silih berganti. Tekad untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya menjadi bahan bakar yang terus menggerakkan langkahnya setiap hari.

Titik balik dalam perjalanan hidup Ibu Dewi datang ketika ia bertemu dengan seseorang yang ia sebut sebagai "kakak seragam putih biru", yang ternyata merupakan petugas dari Permodalan Nasional Madani atau PNM. Lembaga keuangan milik negara yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat prasejahtera melalui pemberdayaan usaha ultra mikro ini hadir bak cahaya harapan di tengah perjalanan panjang Ibu Dewi yang penuh liku. Pertemuan sederhana itu ternyata menjadi awal dari sebuah transformasi luar biasa yang mengubah segalanya.


Berbekal kemampuan memasak yang telah diasah bertahun-tahun, Ibu Dewi perlahan namun pasti mulai membangun usahanya dari warung yang semula hanya menyajikan menu terbatas. Ia mulai menambah variasi menu, melayani setiap pelanggan dengan sepenuh hati, dan terus belajar dari setiap pengalaman yang ia jalani. Proses belajar yang tidak pernah berhenti ini menjadi fondasi kuat yang menopang pertumbuhan usahanya dari waktu ke waktu.

Momentum pertumbuhan semakin nyata ketika Ibu Dewi resmi bergabung dengan program PNM Mekaar yang dirancang khusus untuk memberdayakan perempuan pelaku usaha ultra mikro di seluruh Indonesia. Dari pembiayaan awal yang hanya sebesar Rp2 juta, usahanya kini telah berkembang hingga mendapatkan pembiayaan sebesar Rp10 juta, mencerminkan pertumbuhan yang signifikan dan konsisten. Namun jauh lebih penting dari angka-angka tersebut, keberanian dan konsistensi Ibu Dewi dalam menjalani proseslah yang menjadi kunci utama kesuksesannya.

Dari Pelaku UMKM, Ibu Dewi Kini Jadi Agen Perubahan Lingkungan