Logo Bloomberg Technoz

Ekonom: Tekanan Rupiah Dipicu Lonjakan Permintaan Valas Domestik

Pramesti Regita Cindy
09 April 2026 18:00

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom Global Markets Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai tekanan terhadap rupiah yang terjadi disebabkan oleh  adanya lonjakan permintaan valas di tingkat domestik. 

Hal ini sekaligus menjawab perihal strategi intervensi Bank Indonesia (BI) dalam upaya stabilisasi nilai tukar rupiah. 

Detail mengenai lonjakan permintaan valas domestik, Myrdal bilang salah satunya disebabkan oleh meningkatnya nilai impor bahan bakar minyak (BBM) seiring kenaikan harga minyak dunia. Selain itu, kebutuhan valas juga meningkat untuk transfer dividen kepada investor asing, serta pembayaran utang luar negeri yang umumnya naik pada periode Maret hingga April.


"Jadi memang dari sisi permintaan valas domestiknya memang sedang mengalami kenaikan. Jadi wajar ya kalau kita lihat ada intervensi yang agresif dari BI," kata Myrdal kepada Bloomberg Technoz, Kamis (9/4/2026). 

Di samping tekanan domestik, Myrdal menilai tekanan terhadap rupiah dipengaruhi penguatan dolar AS yang turut menekan mayoritas mata uang kawasan Asia.