Penyebab Rupiah Jadi Mata Uang Terlemah Kedua di Asia Pagi Ini
Tim Riset Bloomberg Technoz
09 April 2026 09:16

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah di pasar spot, menyusul gencatan senjata di Timur Tengah yang rupanya tak langsung berdampak pada kelancaran jalur distribusi di Selat Hormuz dan kembali mengerek harga minyak.
Pada Kamis (9/4/2026), rupiah membuka perdagangan pasar spot di harga Rp17.038/US$. Melemah 0,16% dari penutupan kemarin.
Tak berselang lama, rupiah kembali tergelincir 0,25% ke posisi Rp17.053/US$ dan menempati posisi kedua terlemah di kawasan.
Indeks dolar AS memang masih tergelincir namun hanya menyisakan pelemahan 0,03% dari penutupan kemarin yang melemah 0,73%. Hari ini, indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama berada di level 99,05.
Setali tiga uang, harga minyak mentah jenis Brent kembali rebound sebesar 2,74% ke posisi US$97,35 per barel, dan WTI naik 3,33% ke US$97,55 per barel. Kenaikan harga minyak mentah ini terjadi lantaran Selat Hormuz sebagian besar masih terblokir, meski ada kesepakatan gencatan senjata. Apalagi dengan adanya serangan Israel ke Lebanon, membuat gencatan senjata antara AS dan Iran berpotensi gagal.





























