Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Naik Lagi, Rupiah Lesu di Luar Negeri

Tim Riset Bloomberg Technoz
09 April 2026 08:19

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) stagnan di pasar Non-Deliverable Forward (NDF). 

Pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (9/4/2026), rupiah offshore dibanderol Rp17.030/US$. Tak berbeda jauh dari penutupan perdagangan kemarin di Rp17.029/US$.

Tak berselang lama, pergerakan rupiah di pasar luar negeri kembali melemah terbatas 0,06% ke posisi Rp17.040/US$.


Indeks dolar terhadap enam mata uang utama masih tergelincir 0,73% ke posisi 99,13 di tengah kabar gencatan senjata yang disepakati AS dan Iran. 

Meski dolar AS tak sekuat sebelumnya, mata uang di kawasan Asia yang sudah buka pagi ini justru menunjukkan pelemahan. Ringgit Malaysia memimpin pelemahan pagi ini, disusul baht Thailan, lalu yen Jepang, won Korea Selatan, dolar Singapura dan yuan offshore